Scars and Other Beautiful Things - Ketika Luka dan Trauma Berbicara




Saya termasuk penggemar novel fiksi. Walaupun kadang ceritanya cinta-cintaan, ada kesan tertentu yang bisa untuk dimaknai. Kali ini, saya memiliki kesempatan untuk membaca novel karya Winna Efendi yang berjudul Scars and Other Beautiful Things. Bahkan mendapatkan edisi khusus yang berisi tanda tangan dan pesan dari Winna Efendi karena membeli saat dibuka Pre-Order. Ada apa dari buku ini?

Perkosaan... Korban... Luka... Trauma...

Novel Winna Efendi kali ini berbeda dengan novel-novel lainnya. Walaupun masih memasukkan unsur percintaan dan persahabatan, namun di novel ini sungguh bergelut dengan luka dan trauma. Setiap halaman yang saya baca membuat terhanyut akan kisah tokoh utama, yaitu Harper Simmons. Winna Efendi mengemas cerita ini dengan mengalir, namun membuat hati terenyuh. Saya tidak bisa menebak isi halaman selanjutnya. Biasanya novel bisa tertebak dari alur ceritanya, namun untuk kali ini benar-benar sulit di tebak. Winna Efendi "menghidupkan" tokoh Harper Simmons yang penuh luka dan trauma. Novel ini bercerita mengenai Harper yang menjadi korban perkosaan oleh seseorang yang tidak dikenalnya. Tentu saja kelanjutnya bisa di bayangkan adalah hancurnya kehidupan Harper dan keluarga. Bukan sekedar berdampak pada keluarga,  namun berimbas ke persahabatan dan relasi bersama pasangan.

Novel ini menceritakan sosok Harper yang kuat, namun sebetulnya rapuh. Winna Efendi memberikan fakta mengenai bagaimana kondisi seseorang yang menjadi korban perkosaan. Namun, itu semua dikemas dalam cerita yang apa adanya. Sarat makna dan membuat emosional, terlebih terdapat unsur psikologis di dalam ceritanya. Beberapa kalimat dalam novel ini memberikan makna yang membuat saya tertegun sekaligus mangut-mangut. Merasa bahwa "Ya ampun... harusnya demikian." hingga "Ya.. betul sekali kalimat ini." Saya menyadari bahwa kalimat-kalimat yang ditulis oleh Winna Efendi bisa menjadi quote dalam menghadapi kehidupan penuh luka dan trauma.

Winna Efendi menyajikan cerita yang menyentuh dunia hukum. Semua serasa berhubungan dengan kondisi di masyarakat, khususnya sekitar kita. Betapa sering mendengar korban perkosaan dan berakhir begitu saja, tanpa adanya perlawanan yang berarti. Novel ini membuat kita berpikir sekaligus merefleksikan diri, khususnya sebagai perempuan. Apakah perempuan harus selalu menanggung akibat dari perkosaan? Tentunya bukan berdasarkan keinginan dirinya. Apakah selalu salah perempuan?

Isu yang diangkat oleh Winna Efendi dalam novel ini cenderung penuh risiko. Namun, Winna menyelipkan sesuatu yang akan menunjukkan cahaya dalam kegelapan. Jika sudah terjadi, maka apa yang bisa di lakukan? Nah, Winna Efendi mencoba untuk memberikan jawaban melalui tokoh Harper Simmons. Semua kisah dalam novel ini sungguh berhubungan dengan perjalanan remaja yang penuh risiko. Masa lalu bisa saja menjadi momok mencekam, namun masih ada masa depan yang tentu berbeda. Bicara luka dan trauma tentu identik dengan perasaan sedih serta terpuruk. Namun, sesungguhnya itu semua menjadi batu loncatan untuk menemukan diri sesungguhnya. Lantas, apa yang bisa kalian lakukan? Selengkapnya ada dalam novel ini.

Quote dalam Scars and Other Beautiful Things


Pesan dari Winna Efendi



Gambar: Dokumentasi Pribadi

Cover ; Canva, Edit by Me





10 comments

  1. Baru kali ini aku denger ada novel yg berani memasukan cerita dengan unsur hukum dan korban pemerkosaan sebagai tokoh utamanya, jadi pengen baca jugaa mba๐Ÿ˜ Terakhir aku nemu buku dengan tema serupa, tapi bukan novel melainkan antologi puisi yg memang dibuat khusus oleh beberapa penyintas korban kekerasan seksual, sisanya ditulis oleh mereka yg memang berkecimpung menyuarakan keadilan untuk korban2, dan saat itu aku senang sekali waktu menemukan bacaan semacamnya. Sebab aku sendiri melihat lingkungan kita selalu berusaha menghindar dari topik-topik tersebut, padahal sebetulnya isu kekerasan seksual itu bukan lg sesuatu yg tabu dan perlu payung hukum yg jelas๐Ÿ˜ข. Semoga buku karya Winna Efendi ini bisa menjadi salah satu jalan penerang untuk menyadarkan kita akan hal ini๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Awl. Pas pertama kali baca sinopsis, merasa wah bedaa di banding novel Winna yg lain.

      Karena masih ada nya ketimpangan sosial jadi belum bisa untuk di cover menyeluruh. Setuju sama kamu, semoga kedepannya ada payung hukum yang menaungi dengan tepat dan tuntas.

      Delete
  2. Aku penggemar buku-buku karya Winna Effendi dan seneng banget waktu liat buku ini terbit, karena udah lama gak denger kabarnya.
    Baru baca halaman awal-awal jadi ragu karena kayaknya novel ini cukup membuat kita ikut ngerasain apa yang dirasakan si tokoh utama, takut ikutan "frustasi" nya itu hahaha
    Terima kasih reviewnya, mau coba baca lagi deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waahh bener mbak, ini buku baru dia setelah lama ga keluarin buku.

      Kereen bukunyaa mbak, banyak dapat motivasi positif. Selamat membaca yaaa ❤️

      Delete
  3. Aku-pun baru pertama kali dengar ada novel seperti ini ci. Setiap sedang membaca, mungkin akan ikut emosi juga ya dengan kisahnya, sama seperti membaca buku Laut Bercerita, dimana emosi dan rasa mencekamnya juga terasa bagi pembaca >.<

    Terima kasih reviewnya ci! Aku jadi tertarik (lagi) buat membaca buku rekomendasi cici. Kebetulan ada juga di Gramedia Digital jadi aku masukin ke to-read list aku :D
    Sepertinya buku-buku yang ci Devina pernah baca bagus-bagus nih, bikin list rekomendasinya dong ci :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebawa deh emosinya Li, karena benar-benar diceritakan dengan gamblang dan semengalir itu. Apalagi isu yang di bawa cukup kompleks. Jadi membuat cerita ini semakin menarik. Hahaha.. kamu sudah selesai baca supernova? Lanjut Aroma Karsa dulu yaa :p

      Delete
  4. Topiknya agak beda mba dari kebanyakan buku yang beredar. Apalagi penulisnya orang Indonesia yang mana di Indonesia sendiri, topik-topik seperti ini sangat jarang (atau bahkan nggak ada?) dibahas dan diangkat ke dalam novel bercerita ~

    Bakal seru kayaknya kalau dijadikan film, ya ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak Eno, aku pun baru nemu di novel ini. Entah sebetulnya pernah ada di novel lain atau tidak. Yes.. yes.. akan seru banget karena akan banyak hal yang bisa di jabarkan secara visual. Semoga saja ada yang berniat untuk merealisasikan dalam bentuk film ๐Ÿฅฐ

      Delete
  5. Wahh, jadi tertarik banget mba sama buku ini, apalagi aku lagi suka sama buku yang bercerita tentang kisah kisah yg sebenernya sering terjadi di masyarakat. Udah lama juga nggak baca bukunya Kak Winna Effendi
    Btw, salam kenal yah kakk :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru bangeeet loh bukunya. Perlu juga untuk di baca karena bukan semata-mata angkat isu sosial, tapi ada pembahasan dari sisi psikologisnya juga. Worth it banget deehh..

      Salam kenal juga yaa ๐Ÿ˜

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.