Perjalanan untuk Lepas dari PCO (Part 2)


Ternyata proses untuk lepas dari PCO tidak semudah habis minum obat hormon, maka langsung hilang. Setelah selesai minum obat hormon, memang menstruasi kembali berjalan dengan normal. Saya pun berpikir bahwa mungkin pada saat itu memang karena faktor kelelahan dan kurangnya asupan makanan bergizi. Maka, perlu untuk mengubah pola makan dan berusaha mengurangi aktivitas yang melelahkan serta membuat stres.

Memasuki tahun 2019, gejala itu pun muncul kembali. Saya tidak menstruasi dan polanya sama seperti bulan Oktober 2018. Sebab ketika saya melakukan tes dengan testpack, hasilnya menunjukkan negatif. Saya tidak berpikir bahwa alat tersebut bermasalah. Masalah itu adanya di diri saya sendiri. Saya pun melakukan konsultasi ke dokter dan rumah sakit yang berbeda. Saya mengunjungi RS Mayapada Tangerang. Sebab, saya merasa perut bawah sebelah kiri juga nyeri. Sekalian cek apakah benar saya PCO atau ada penyebab lain.

Saya tetap mencari dokter perempuan, karena memang masih belum menemukan dokter kandungan yang cocok. Saya memilih dr. Wenny Ningsih Haryadi, SpOG. Pemilihan dokter juga karena kebetulan saja jadwalnya pas ketika saya mau konsul. Sama seperti ketika konsul dengan dr. Andriana di RS Bethsaida, saya di USG transvaginal (alat USG di masukkan melalui vagina). Sebab jika melakukan USG hanya di perut, tidak begitu terlihat jelas penyebabnya.

Hasilnya adalah sama dengan diagnosa dr. Andriana. Saya mengalami PCO dengan sel ovum yang cenderung kecil dan berukuran sama. Jujur, sudah tidak kaget ketika mendengar penjelasan dr. Wenny. Sebab, saya menyadari bisa saja ini memang karena PCO yang dialami dan belum hilang.



Terlihat dari hasil USG, ada bulatan hitam yang cenderung berukuran sama dan berdekatan satu sama lain. Nah, inilah yang menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Potensi untuk hamil pun cenderung lebih sulit dibandingkan wanita lain yang memiliki sel ovum dengan ukuran besar.

Membahas mengenai dua dokter yang saya kunjungi, meskipun dengan diagnosa yang sama, saya merasa lebih nyaman dengan dr. Andriana. Sama-sama baru pertama kali ketemu, namun dr. Andriana bisa menjelaskan dengan lebih konkret tanpa terkesan menakut-nakuti. Buat saya yang termasuk orang pencemas dan sangat thinking, penjelasan dr. Andriana lebih bisa saya terima dibandingkan dr. Wenny. Sebab dr. Wenny cenderung minim penjelasan dan ketika di tanya hanya menjawab singkat-singkat dan to the point. 

Pemilihan dokter memang menjadi keputusan personal yang tiap orang akan berbeda. Perihal fasilitas rumah sakit, saya lebih menyukai RS Bethsaida ketimbang RS Mayapada. Memang harga di RS Bethsaida juga lebih mahal, namun kondisi rumah sakit dan fasilitas terlihat lebih modern dan bagus. Kembali ini tergantung keputusan personal masing-masing.

Berkaitan dengan PCO tersebut, saya mendapatkan obat hormon lagi. Saya informasikan ke dr. Wenny bahwa saya pernah minum obat hormon Cyclo-Progynova, sehingga saya diberikan obat yang lain. Saya lupa mencatat dan menyimpan bungkus kosong dari obat tersebut. Seingat saya ada dua macam obat. Obat pertama langsung diminum sampai habis. Sehari minum satu atau dua kali sehabis makan. Kemudian obat satu lagi di minum setelah menstruasi hari ke-3 dan terus minum sampai obat habis.

Hasilnya, kembali saya bisa menstruasi dengan normal seperti biasa. Namun, tentu ini tidak bisa terus menerus dibiarkan. Sebab, saya menjadi ketergantungan dengan obat hormon. Jika tidak minum, maka bisa saja saya tidak mengalami menstruasi dengan normal seperti wanita pada umumnya. Saran dr. Wenny sama dengan dr. Andriana, yaitu ubah pola makan, rutin berolahraga, dan kelola stres. Sebab perlu untuk menanggulangi PCO yang saya alami, agar bisa hamil seperti wanita lainnya. Jika PCO tidak teratasi, maka peluang untuk hamil pun semakin berkurang.


Refrensi:

https://pixabay.com/photos/hands-pregnant-woman-heart-love-2568594/


Foto USG : Dokumentasi Pribadi

No comments

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.