"New Normal" ala Me, Akankah Duka Ini Segera Pulih?



02 Juni 2020

Awal baru untuk saya. Tanggal tersebut menjadi "New Normal" untuk saya setelah dua bulanan hanya diam di rumah. Bukan dikarenakan Pemerintah mulai membuka kegiatan agar menjadi "normal", namun tanggal tersebut merupakan hasil dari keputusan yang sudah di ambil. Saya memutuskan untuk kembali kerja ke kantor dan menyudahi cuti melahirkan yang didapatkan. Memang mulai tanggal 02 Juni, kantor saya mulai menerapkan untuk karyawan kembali masuk kerja. Namun, masih bergilir dan berlaku untuk karyawan di bawah usia 45 tahun. Hari itu juga menjadi awal baru buat saya setelah melahirkan dan mengalami kedukaan.

Semua memang atas dasar kemauan saya. Meskipun masih ada hak cuti melahirkan yang didapatkan, namun saya memilih bahwa inilah saatnya. Inilah saat saya untuk membuka lembaran baru. Kembali bertemu orang lain, melakukan komunikasi, menerima jika ada pertanyaan seputar Baby E, bahkan menjawab jika ditanya kenapa Baby E meninggal.

Hari itu saya lalui dengan positif. Beberapa orang kantor menanyakan perihal kabar, saya mampu menjawabnya dengan senyuman. Bahkan bisa sambil tertawa.

Baik...

Memang kabar saya hari itu baik. Saya juga sehat dan bisa aktivitas seperti sedia kala. Sebelumnya memang sudah bertanya ke dokter, apakah saya bisa mulai bekerja ke kantor. Saya diperbolehkan ke kantor karena memang sudah tidak ada keluhan apapun. Luka habis caesar juga sudah mulai pudar. Sehingga, tinggal pemulihan saja yang bisa dilakukan.

Hari itu memang ada yang menanyakan seputar Baby E, bisa dijawab dengan tenang. Tanpa merasa sedih berlebihan atau menangis. Pelan-pelan keadaan mulai berubah. Saya mulai "terbiasa" dengan keadaan ini. Mulai bisa untuk menyesuaikan diri dan belajar untuk mengontrol emosi. Memang belum sempurna, masih bisa berubah menjadi sedih dan berduka. Setidaknya selama di kantor saya bisa baik-baik saja, maka ini suatu kemajuan.

Baby E memang sudah tidak ada di dunia, namun tetap selalu ada di diri saya. Rasa duka ini pun masih menyertai setiap hari yang terlewati. Bedanya perlahan mulai bisa untuk membiasakan diri mengontrol agar tidak menjadi berlebihan. "New Normal" kali ini benar-benar menjadi tolak ukur baru untuk hal yang juga baru. Bukan hanya demi kesehatan fisik, namun juga mental diri sendiri.

Semoga semua keadaan menjadi lebih baik. Keadaan membaik dari virus corona dan keadaan diri sendiri membaik dari rasa duka.

Nah, bagaimana "New Normal" versi kalian? :)

Photo: Dokumentasi Pribadi
Masker Batik: @Riantybatik


3 comments

  1. Hi ci, sebelumnya terima kasih udah mampir ke blog-ku 😊

    Aku turut berdukacita atas kehilangan baby E. Tetap semangat dalam menjalani hidup ya ci, pasti ada hikmah dibalik semua ini πŸ™

    New normal versi-ku itu pakai masker saat berkegiatan di luar rumah dan selalu bawa hand sanitizer kemana-mana. Sekarang, hand sanitizer udah menjadi barang yang nggak boleh terlupakan untuk dibawa padahal dulu mah, punya hand sanitizer 1 buah aja, lama banget habisnya πŸ˜‚
    Kalau sekarang, dikit-dikit, kalau nggak bisa cuci tangan, langsung pakai hand sanitizer. Lalu, jadi sensi kalau ada orang yang nggak pakai masker dan berdiri dekat kita, sensi banget padahal mah biasa aja harusnya ya, nggak usah sampai sensi hanya lebih waspada aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Lia, makasih ya atas supportnya hhee.

      Yes, betul banget. Lebih baik mencengah kan daripada mengobati hhaa. Stay safe and healthy yaaa :)

      Delete
    2. Sama-sama ci. Aku baca cerita-cerita di post sebelum ini aja ngerasa sedih, gimana cici yang mengalami.. Tapi cici harus kuat ya! Yang terbaik akan tepat pada waktunya.

      Stay safe and healthy, too ci! Stay strong juga *virtual hugs*

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.