Apa Love Languages Mu?





Sering mendengar tentang "Love Languages", bukan hanya saat masih kuliah namun hingga sudah menikah. Tulisan ini terinspirasi setelah membaca cerita Mbak Eno dan pasangan. Diakhir tulisan Mbak Eno, dijelaskan mengenai sikap pasangannya. Langsung kepikiran bahwa itu berhubungan dengan bahasa cinta yang sedang ditunjukkan. Sejujurnya sudah banyak artikel maupun tes dari Love Languages yang beredar. Saya pun lupa apa soal-soal dari tes yang sesungguhnya. Sebab, waktu itu mendapatkan tes dari dosen saat kuliah. Ketika melakukan googling, sudah beredar banyak tes untuk menunjukkan apa Love Languages kalian.

Sehabis membaca tulisan Mbak Eno, langsung kepikiran mengenai Love Languages atau bahasa cinta. Dr. Gary Chapman dalam bukunya yang berjudul The 5 Love Languages, mengemukakan ada lima macam bahasa cinta. Love Languages terdiri dari Words of Affirmation, Physical Touch, Quality Time, Acts of Services, dan Receiving Gift. Mengutip perkataan Dr. Gary Chapman, "Everyone gives and receives love differently."  Kita sebagai manusia memiliki bahasa cinta yang berbeda-beda, namun bisa saling melengkapi dalam hubungan dengan pasangan. Tentunya hubungan akan semakin berkembang, jika kita bisa saling memahami pasangan.

Oke... masuk ke penjelasan singkat dari kelima bahasa cinta tersebut. 

  • Words of Affirmation adalah orang yang senang diberikan pujian atau kata-kata positif. Kita perlu memberikan perhatian dalam bentuk kata-kata seperti bilang menyayangi dirinya. Namun, jika memberikan kritik maka orang yang bahasa cintanya Words of Affirmation akan merasa tersakiti. 
  • Physical Touch adalah sentuhan. Suka dipeluk, diusap-usap kepalanya, digandeng, dipegang pundaknya, dan semua yang berhubungan dengan sentuhan fisik. Terkadang orang yang memiliki bahasa cinta ini, hanya bergandengan tangan dengan pasangan tanpa berbicara, mereka akan merasa senang. 
  • Quality Time berhubungan dengan waktu yang disediakan pasangan. Sesederhana nonton bersama dirumah, membereskan rumah bersama, kalian nonton TV dan pasangan bermain game namun di tempat yang sama. Intinya adanya waktu yang di habiskan bersama walaupun tidak harus satu kegiatan sama. Namun bisa saja ada pasangan yang tidak saling memegang gadget mereka, tapi menghabiskan waktu bersama dengan hal yang disukai. 
  • Act of Services adalah perilaku yang di lakukan oleh pasangan kalian tanpa harus diminta. Seperti bantu bawain barang padahal kalian bisa untuk membawanya sendiri. Membantu membuang sampah tanpa perlu diminta. Menyediakan botol minum di samping tempat tidur, karena tahu kalian sewaktu-waktu akan haus. Sehingga tidak perlu keluar kamar untuk ambil minum. Semua perilaku yang dilakukannya untuk menunjukkan bahwa ia mengerti hal kecil tentang kalian. 
  • Receiving Gift adalah memberikan hadiah. Biasanya orang dengan bahasa cinta ini akan merasa dicintai jika sering diberikan hadiah. Ini bukanlah bentuk pemaksaan dan terkesan matre, namun adanya usaha pasangan untuk mencari dan membeli hadiah tersebut. Hal itulah yang membuat pasangannya merasa dicintai karena melihat usaha yang diberikan. 

Terkadang ada yang mengatakan bahwa pasangannya tidak bisa mengerti dirinya, pasangannya tidak memahami dirinya, pasangannya cuek, dll. Lantas, apa yang sudah kalian perbuat agar pasangan setidaknya bisa untuk sesuai harapan kalian? Saya merasakan bahwa salah satu penyebab disebutnya perkataan itu adalah perbedaan dalam bahasa cinta. Di awal saya kenal koko, saya pernah memberikan Test Love Languages kepada dirinya. Karena ia tahu bahwa saya lulusan psikologi, tentu dia sudah siap jika sewaktu-waktu saya memberikan tes. Bahkan dia tidak merasa seperti harus tes dulu untuk mengenal dirinya. Ia pun tertarik dengan hal-hal seputar psikologi.

Ternyata hasil tesnya menunjukkan bahwa ia dan saya memiliki love languages yang sama. Wawww... jujur saat itu saya kaget. Buat saya ini satu hal positif, sebab kami memiliki kesamaan dalam bahasa cinta. Sehingga tidak akan merasa ada yang tersakiti satu sama lain atas sikap yang tidak sesuai. Saya dan dirinya sama-sama senang menghabiskan waktu. Dulu saat masih pacaran dan kena macet pas pulang kerja, kami bisa diam saja di mobil dengar suara musik dari radio. Tanpa ada yang bicara satu sama lain. Kami bisa sibuk dengan pikiran masing-masing, namun menyadari keberadaan satu sama lain. Itu terasa nyaman.

Kami bisa untuk berpelukan sebagai bagian melepas penat masing-masing. Tanpa perlu bercerita dan tanpa perlu penjelasan. Kami bisa saling diam dan mengerti jika satu dan yang lain belum mau membahas apa yang terjadi. Ketika dirasa sudah tenang, kami bisa bercerita jika ada hal yang menganjal saat itu. Kami bisa berbagi waktu bersama walaupun mungkin hanya duduk nonton bareng di apartment. Seperti saat ini, saya menulis di depan sedangkan dia bermain game di kamar. Tanpa ada yang saling bicara satu sama lain. Tapi kami sadar bahwa diri ini ada untuk satu sama lain. 

Mungkin ini bagian yang bikin bersyukur sebab saya dan koko saling mengetahui bahasa cinta masing-masing. Tentu membuat kami tidak perlu menebak maunya pasangan. Kami sama-sama tidak suka memberikan gift. Ini tidak membuat kami saling marah dan dongkol. Saya tidak begitu suka diberikan hadiah, begitupun dengan dirinya. Hadiah diberikan jika memang ada momentnya seperti ulang tahun. Jika tidak diberikan pun tidak masalah karena terpenting kami merayakan bersama.

Lantas bagi kalian yang sudah berpasangan, sudah tahukan kalian bahasa cinta masing-masing? Bagi yang masih sendiri, sudah tahukah bahasa cinta kalian? πŸ˜‰ Oh ya, bahasa cinta ini berlaku dua arah ya. Bisa saja pasangan kalian melakukan hal yang kalian suka, seperti bukain pintu mobil, kasih pujian, gandeng tangan kalian, dll. Itu bisa saja memang bahasa cinta dirinya yang ingin ditujukan kepada kalian, sehingga kalian mengetahui apa yang dia inginkan. Namun, bisa saja dia menyadari bahwa kalian suka diperlakukan demikian sehingga itu menunjukkan bahasa cinta kalian. Daripada terjadi kesalahan dalam dugaan, lantas bisa dikomunikasikan bersama ya. Sebab, sudah tidak jamannya saling kasih kode-kode πŸ˜‹


Refrensi :

-----. (2020). The 5 Love Languages. Diakses dari https://www.5lovelanguages.com/5-love-languages/

Cover: Canva, edit by me.



16 comments

  1. penasaran, barusan cobain quiznya. Ternyata poin sy besar di act of service dan yang kedua adalah quality time.
    Untungnya quality time itu bukan prioritas utama, karena suami kerja di luar kota dan pulang hari Kamis malam.
    Kalau suami sendiri belum sempat ambil quiz ini, mudah-mudahan bukan act of service hehe, karena sy ngga seperhatian sampai sekecil-kecilnya kaya dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeay makasih sudah mencoba tesnya mbak. Apapun bentuk bahasa cinta antara mbak dan suami, semoga bisa saling memenuhi dan melengkapi yaaa.
      Mungkin saja bahasa cintanya bisa sama mbak dan meskipun mbak merasa tidak seperhatian hingga terkecil, tapi suami mbak bisa merasakan hal sebaliknya. Bisa saja dia menyukai apapun yang mbah perhatikan tentang dirinya πŸ˜€

      Delete
  2. Aku pernah iseng test love language ini dan hasilnya adalah Quality Time, hasil yang sama seperti ci Devina ya 🀭
    Semua hal yang ci Devina sebutin di atas adalah semua hal yang aku suka juga 😍 walaupun aku belum bersuami sih, tapi ngebayanginnya aja udah terasa nyaman dan bahagia hahaha. Tentunya lebih membahagiakan kalau love language pasangan juga sama ya. Jadi, pertengkaran-pertengkaran yang mengarah ke "kamu nggak ngertiin aku" jadi berkurang 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, betul sekali tebakanmu. Salah satu love language aku adalah quality time πŸ˜„ Love language mungkin identik dengan relationship, namun bagi aku bisa di terapkan untuk saudara dan orangtua juga. Jadi bisa saling perhatian satu sama lain hhhe..

      Iyaa.. karena kita tahu maunya kita apa dan pasangan maunya seperti apa, meminimalisir hal-hal yang bikin ngambek ga jelas 🀣

      Delete
  3. hai kak salam kenal.., suka dengan pembahasan love languages ini. saya sudah menikah saja kadang harus terus belajar memahami suami saya. kalau dulu saya cenderung suka kode-kode yang kadang bikin suami gak paham, namun berjalannya waktu dan saling terbuka membuat kami akhirnya satu sama lain saling memahami. makasih kak sharenya. sehat dan bahagia selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak, salam kenal yaa πŸ™‹‍♀️

      Betul aku pun demikian kak. Sudah menikah dan sama suami kadang masih ada proses untuk ngerti dan pahami dia sebetulnya mau seperti apa. Memang proses belajar yang tidak mudah hhee..

      Syukurlah jika kakak dan suami sudah menemukan cela untuk bisa saling paham satu sama lain. Memang saling terbuka itu kuncinya yaa.

      Sama-sama dan sehat selalu untuk kakak serta keluarga πŸ™

      Delete
  4. Wah dibahas dengan lebih lengkap :D

    Saya jadi berpikir mengenai bahasa cinta saya, sebetulnya kalau dilihat dari 5 bahasa di atas, saya suka semuanya mba *banyak maunya memang* hahahahahaha. Saya suka quality time, suka dikasih hadiah, suka dikasih kata manis, suka dibantu, dan suka dipeluk-peluk juga :))))) *bagaimana iniiih?* hehehehehe. Tapi saat ditelisik lebih dalam, sepertinya saya dan pasangan lebih masuk ke Act of Services yang mba Devina tebak :D

    Rasanya entah kenapa happy kalau dibantu melakukan sesuatu tanpa diminta. Begini mungkin yaaa mba, hasrat jadi raja dan ratu yang nggak kesampaian. Wk :))) Mana gara-gara punya bahasa cinta yang serupa, kami jadi sama-sama berharap pasangan melakukan hal yang kami suka. Alhasil dua-duanya berharap doang, dikerjakan sih enggak. Yang ada saling dorong-dorongan buat mengerjakannya. Hahahahahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha, makasih mbak eno berkat tulisanmu aku jadi tertarik untuk mengulik lebih dalam seputar love language.

      Eh.. gapapa banget loh mbak jika mau kelima-limanya. Bahkan katanya baik jika bisa dilakukan semua. Terkadang kita tidak bisa terpaku pada satu atau dua bahasa cinta. Berlaku kelimanya namun jika dilakukan dengan tepat dan tentunya pasangan harus bisa mengerti.

      Akupun kadang ngerasa suka untuk ngucapin kalimat "i love you" secara tiba-tiba. Sampai koko kadang suka bingung sendiri dan tanya aku kenapa. Padahal ya emang mau ngucapin aja hhhaa.. Kadang juga suka kalau tiba-tiba dia bawain makanan kesukaanku tanpa diminta. Ya.. seneng-seneng aja tandanya kan perhatian yaa πŸ˜‚

      Hahhaa.. kalian kan raja dan ratu dalam rumah tangga. Wahh.. kalau kaya gitu siap-siap musti salah satu ada yang mengalah. Kalau ga ntar tidak selesai-selesai yang perlu dikerjakannya hhhaa..

      Delete
  5. Wahh so sweet sekalii kalian punya bahasa kasih yang sama yaa ternyata 😊

    Waktu pacaran dulu, hasil tes love language kami berdua beda jauhh. Yang ada di urutan terakhir aku, malah si urutan pertama dia, begitu sebaliknya. Pantes aja kami suka saling ngambek nggak jelas, karena belum ketemu caranya untuk saling menunjukkan kasih sayang πŸ˜…

    Setelah menikah dan punya anak, urutan love language kami malah mirip-mirip. Act of service ada di urutan pertamaku, sementara quality time ada di urutan pertama suami. Sejak punya anak, aku senang sekali kalo suami bisa mengambil alih dalam urusan anak. Terus nggak lupa kami meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama.

    Tes love language ini memang sangat membantu dalam komunikasi dan mengenal lebih jauh tentang kebutuhan diri sendiri dan juga pasangan ya. Dan bener kata kamu, kode-kodean udah nggak jaman, meski kadang aku masih nekad suka ngodein suami kalo ingin sesuatu 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang seiring berjalannya waktu bisa saling berubah. Mungkin bukan berubah tapi saling menyesuaikan sehingga terlihat bahasa cintanya jadi beda ketika sebelum menikah. Tentu punya anak akan bikin berbeda lagi.

      Syukurlah jika cici dan suami sudah menemukan kecocokannya dan bisa saling kerjasama. Semoga tidak ada drama-drama ngambek ga jelas ya ci 🀣 Iya memang bagus jika saling tahu bahasa cinta masing-masing. Jadi bisa saling mengkomukasikan.

      Selama ngode nya kena dan suami ngerti ya gapapa ci. Kalau suami cici ga ngerti hati-hati saja cici bisa jadi gondok sendiri 🀣

      Delete
  6. Jomblo gak punya love language berarti, -sad.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eits ga juga Mas. Toh bahasa cinta bukan berarti harus yang sudah punya pasangan loh πŸ˜€

      Dengan Mas Taufik tahu sejak awal apa love language yang mas miliki, bisa jadi cara untuk berkomunikasi dengan pasangan nantinya. Sehinga bisa mengurangi hal-hal seperti ngambek dan ribut tidak jelas.

      Jika saat ini belum bersama pasangan, mungkin bisa terapkan untuk saudara atau keluarga πŸ˜€

      Delete
  7. Duh perlu praktek dengan pasangan nih, biar bisa observasi bahasa cinta yang dimiliki. Tapi,,,sayangnya untuk sekarang masih single T_T

    Calon pasangan masih tersesat di belahan bumi lainnya wkwkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa mbaaak, bisa coba dari sekarang. Ga selalu berlaku untuk pasangan, bisa untuk orang tersayang lainnya seperti orangtua atau saudara πŸ˜‰

      Delete
  8. Physical touch dan quality time , itu yg aku dan suami lebih nyaman. Aku tipe yg ga terlalu banyak ngomong, jadi cukup pegangan tangan saat dimobil, ato bahkan tidur kaki hrs saling trkait ato aku peluk lengan suami, itu udah bikin nyamaaan banget :).

    Quality time juga penting. Sblm nikah kami bikin perjanjian , harus ada dalam setahun dimana kami liburan berdua. Terserah kemana, tapi hanya berdua. Itu ptg utk refresh hubungan :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah sama seperti aku dan suami mbak. Kami berdua juga love languange nya kombinasi seperti itu.
      Menyenangkan sekali kalian sudah berkompromi. Wahh.. jadi bagian untuk refreshing dan semakin dekat satu sama lain yaaa 😊

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.