Ikan Cupang


Ikan Cupang


Sejak minggu lalu, sih koko mulai kena "godaan" ikan cupang. Ya.. ikan cupang mulah heboh lagi beberapa waktu ini. Alhasil koko mulai cari tahu seputar ikan cupang, seperti jenis, harga, dan peralatannya. Akhirnya dia membeli ikan cupang jenis plakat multicolor. Jadi ikan cupang jenis ini memiliki beragam warna di tubuh dan siripnya. Warna-warna inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik. Sungguh tak pernah saya duga bahwa dia akan membeli hewan hidup. Sepanjang kami menikah kurang lebih dua tahunan, baru kali ini kami punya hewan peliharaan. Seperti yang pernah saya bahas, bahwa kami tinggal di apartment, otomatis tidak bisa memelihara hewan. Kecuali memang ikan yang masih bisa untuk di pelihara. Baru kali ini juga saya merasakan bersama dia memelihara dan merawat, seperti kasih makan serta ganti airnya. Ibaratnya seperti kami sedang latihan merawat bayi jika memang sudah tiba waktunya.

Ikan tersebut baru datang kemarin dan hari ini. Namun, aquarium dan makannya baru datang hari ini. Hari ini pertama kalinya buat saya merawat hewan dengan dia, otomatis saya merasa ngeri-ngeri juga. Saat tahu ikannya di kirim pakai paket saja, saya takut ikannya nanti mati di jalan. Padahal memang penjulanya sudah terbiasa melakukan hal tersebut. Benar saja, ketika sampai ikannya masih hidup dan lincah. Kemudian saat di pindahkan ke aquarium yang sudah dia siapkan, saya tidak suka jika berantakan. Seperti ada tisu yang bekas dipakai dan berserakan, lap yang bekas di pakai, dus serta plastik pembungkus dimana-mana, dll. Bahkan airnya ciprat sana sini saja membuat saya kesal. Iya.. memang saya termasuk perfeksionis dan mau serba rapih nan teratur. Karena berada dalam kondisi baru yang menurut saya tidak ideal, alhasil saya kesal luar biasa.

Sebetulnya setelah itu dirapihkan dan dibersihkan kembali oleh koko, cuma saat melihat berantakan dan cipratan air di mana-mana, saya merasa itu kotor dan tidak rapih. Akhirnya saya tinggalkan dan tidak bantuin dirinya membereskan ikan cupang Saya memutuskan untuk mandi dan membiarkan dia memindahkan ikannya ke aquarium serta memberinya makan. Selepas mandi dan makan, saya mulai bisa menurunkan emosi. Apalagi memang keadaan sudah lebih rapih. Kemudian saya melihat dengan jelas ikan yang sudah di taruh ke aquarium. Kesan pertama yang terlintas, ikannya elegan. Sungguh saya takjub akan jenis ikan ini karena warnanya campur-campur tapi keren.

Di awal saya marah-marah, setelahnya malah sibuk untuk foto dan video-in ikan tersebut. Ikannya terus saya perhatikan meskipun mondar mandir kesana kemari. Saat ini saya merasa tempat tinggal kami menjadi berbeda. Kesan ini dirasakan mengingat baru kali ini mengisi apartment dengan makhluk hidup. Selain itu baru kali ini memutuskan untuk membiarkan koko memelihara hewan. Walaupun ngeri juga kalau kami salah dalam merawat dan bisa membuat ikannya mati. Bahkan katanya ikan cupang bisa lompat keluar aquarium juga 😱

Hari ini saya belajar bagaimana bisa berkomunikasi dengan koko. Saya mendukung hal positif baru dalam hidupnya, yakni memelihara hewan. Ini bukan kali pertama bagi dirinya untuk memelihara ikan cupang. Dulu sempat di lakukan, namun lenyap begitu saja. Akhir-akhir ini ikan cupang mulai terkenal lagi, jadi dia mencoba melakukan kembali apa yang dulu sudah pernah dilakukan. Selain belajar berkomunikasi dengan dirinya, saya juga belajar untuk menurunkan standar kebersihan. Maksudnya, ketika dia sedang beres-beres atau akan menganti air aquarium, tentu saya musti terima bahwa akan berantakan. Saya musti belajar bahwa ada hal yang memang tidak sesuai standar saya. It's okay itu terjadi karena tidak semua harus sesuai kemauan saya. Saya belajar untuk tidak egois, sebab kali ini kami sudah menikah. Tentu ada hal-hal yang memang perlu dikompromikan. Seperti saat ini, koko punya hobi baru dan saya merasakan aura positif juga ketika melihat ikan tersebut. Maka, saya perlu untuk menerimanya. Sebab ada rasa senang, layaknya hiburan untuk kami berdua. 

Saya rasa di tengah pandemi seperti ini, tiap orang berusaha untuk mencari apa yang disenangi dan membuat nyaman. Selain ikan cupang, tanaman hias juga sedang booming, bahkan bisa berharga puluhan juta. Jika kalian pernah mendengar tanaman bernama "Janda Bolong", di luar dugaan itu sangat mahal. Padahal tanamannya kayak habis di makan ulat. Namun harganya bernilai fantastis. Memang saya kurang paham masalah tanaman dan hewan. Saya memang sejak kecil kurang suka untuk memelihara hewan atau merawat tanaman. Jadi kali ini menjadi awal baru juga buat saya.

Ikan cupang mengajarkan saya untuk bisa menerima dan beradaptasi atas kondisi baru. Layaknya dia yang beradaptasi dengan air dan aquarium baru. Kami sebagai pemiliknya juga beradaptasi untuk merawat dan memeliharanya. Sepertinya saya mulai harus melakukan house detox seperti variety show refrensi Mba Eno πŸ˜‚ Agar hati saya tenang dan tidak kesal luar biasa jika berantakan. Saya perlu menata ulang barang-barang yang ada di tempat kami. Masalahnya kebanyakan barang adalah koleksi mainan koko. Ya... suami saya ini suka mengoleksi mainan mobil-mobilan, istilahnya adalah diecast. Diecast koleksi dirinya berukuran mini sampai medium. Alhasil meskipun kecil-kecil cuma jumlahnya banyak. Jadi tetap saya bisa merasa tempat kami penuh. Jika di tanya berapa banyak jumlah mainan mobil-mobilannya, saya cuma bisa bilang buanyaaakk sampai perlu titip di rumah mama saya sebanyak dua dus besar. Sebagian disimpan disini khususnya yang menurut dia bagus. Apakah dia akan berhenti beli diecast? Oh... tentu tidak, ada alasan kenapa dia melakukan hal tersebut. Apakah dia akan berhenti beli ikan cupang? Ini mungkin bisa saja terjadi hahaha...

Btw, pertanyaan random saja nih, ikan itu tidur atau tidak ya? πŸ˜‚ 

Hayoo.. kalian atau pasangannya adakah hobi baru yang muncul sejak pandemi ini? πŸ˜‹


Foto: Dokumentasi Pribadi

Cover: Canva

Devina Genesia


8 comments

  1. Dari kehadiran ikan cupang, ternyata bisa memberi banyak pelajaran hidup baru ya untuk cici pribadi hahaha. Btw, ikan cupangnya sih cantik lho, Ci 😍 warnanya benar-benar cantik dan menarik sekali. Semoga bisa berumur panjang ya sang ikan! Udah diberi nama belum? 🀭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes.. iyes.. ternyata kita bisa belajar banyak hal dari apa saja dan kapan saja yaaa..
      Iyaa.. aku pun takjub kenapa ikan cupang warnanya cantik-cantik padahal campur loh. Ga norak gitu campuran warnanyaa hhhaa...

      Aku pribadib blom kasih nama, dan sih koko malah becandain kasih nama waw, widih, abstract, Ice Blue, dan Tepu. FYI sekarang uda ada lima ekor nihh hhhaa

      Delete
  2. Waah cupangnya cantik banget! 😍 Nggak heran juga melihara ikan bisa ngetren lagi di tengah pandemi karena rasanya orang-orang butuh kesibukan dan hobi baru di rumah ya 😁 aku malah juga disuruh suami melihara cupang buat ditaro di atas meja kerja. Duh aku coba melihara tanaman ini aja akhirnya mati lho 🀣

    Suamiku juga hobi melihara ikan, tepatnya ikan koki jenis Ranchu dan Oranda. Udah dua tahunan doi berkecimplung di hobinya ini. Lucu juga sih yaa lihat pasangan tuh bisa intens sekali dengan hobi mereka. Awalnya aku takut hobi sementara gitu, syukurlah berlanjutt jadi nggak sia-sia sampe bikin aquarium custom segala wkwkwk Baru aja kemarin nambah seekor lagi, pulang-pulang hepi banget liat ikan barunya πŸ˜‚

    Btw, harus nonton The House Detox, Dev! Aku udah selesai nonton dan masih suka nonton ulang yang episode favorit πŸ˜‚ suka banget liat cara mereka menata ulang rumah hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waww... ikan koki juga bagus tuh ci. Dulu papa aku juga pernah pelihara cuma aku kurang paham jenisnya.
      Iya.. ngeliat sih koko demen banget liat ikan-ikannya jadi bikin ketawa sendiri hhhaa.. Ya itung-itung hiburan dan nambah nuansa baru di tempat kami.

      Mau... mudah-mudahan minggu depan mulai bisa cicil satu per satu episodenya... sebab aku penasaran juga ci akan cara nata ulang rumah hhaha...

      Delete
  3. Eh lupaa jawab soal ikan tidur apa nggak πŸ˜‚ jawabannya mereka tidur kok wkwkwk kalo malem sebelum ke kamar, aku suka perhatiin koki-kokinya suami, mereka diem gitu semua kayak lagi parkir. Lucu sih yaa soalnya nggak merem πŸ˜‚ *kayak iklan Dan*ow jaman duly yg anaknya nanya ikan gak meyemm*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhhaa.. aku pun nanya karena ingat iklan itu ci. Btw.. sepertinya ikan cupang kami juga gitu deh. Kalau malam kadang aku perhatiin mereka diem aja sampe aku kira dia sakit atau kenapa-napa. Mungkin memang lelah berenang jadi tidur deh hhha

      Delete
  4. Cantiiiiik ya ikannya. Aku gavtau kalo ikan cupang bis
    Secakep ini. Kok yg aku liat pada biasa semua hahahahahaha.

    Untuk tanaman kita sama mba.aku ga bisa mliara tanaman, daripada mati, mnding ga deh. Cukup ngeliatin tanaman2 punya temen aja. Ga telaten aku soal rawat merawat.

    Kalo hewan cuma kucing aja yg aku suka. Lainnya, ga deh :D hahahahaha. Anjing sbnrnya suka, tapi pak suami takut. Jd ga mungkin pliara

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga dulu liat ikan cupang pada biasa aja, eh ternyata ada yang warna warni begitu kaakk. Seneng liatnya karena bagus warna warninya, ga norak gitu hhha..

      Wah... tos dulu kak. Aku juga kalau urusan tanaman mah nyerah deh. Istilahnya tangannya ga dingin, ga bisa melihara tanaman.

      Oalaa.. kucing emang lucu juga sih kak. Cuma emang aku ga biasa melihara hewan, ini aja ikan cupang baru pertama kali hhha..

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.