#Tanoswalkingchallenge - Berawal dari Tantangan, Berakhir jadi Kebiasaan Baru



#Tanoswalkingchallenge belakangan ini menjadi tagar yang ramai digunakan, khususnya bagi para pesertanya. Tanos sendiri merupakan singkatan dari TAntangan NAon Sih yang digagas oleh Kak Renov Rainbow dan Kak Eka. Tantangan kali ini adalah berjalan kaki selama minimal 20 menit dari tanggal 07 September sampai 13 September 2020. Pertama kali mengetahui tantangan ini, langsung berminat untuk ikut. Pas sekali memang ingin mulai olahraga kembali pasca melahirkan secara caesar. Karena belum bisa olahraga yang terlalu berat, jalan kaki jadi alternatif yang saya pilih.

Langsung menghubungi Kak Renov untuk mendaftar dan bisa menjadi salah satu peserta didalamnya. Berawal dari tantangan ini, membuat saya melawan rasa malas dan semangat setiap harinya. Sepintas terlihat sederhana loh, cuma melawan rasa malas itu bukan perkara mudah 😂

#Day 1

Suasana Taman Apartment - Day 1

Hari pertama karena masih semangat jadi memulai dari pagi. Jam 08.10 saya sudah di taman apartment, memulai jalan pagi hari itu. Efek pandemi dan di hari kerja, alhasil taman cukup sepi. Cuma hari itu matahari lumayan sudah naik, jadi cerah dan bisa sambil berjemur kena sinarnya. Hari pertama juga jadi ajang untuk membuat saya semakin keluar dari rasa malas. Terus dan terus berjalan walaupun sepi dan nyaris tidak ketemu orang lain, kecuali security dan petugas kebersihan. Hari itu berhasil jalan kaki selama 38 menit, berjemur selama 10 menit. Jalan kaki hari itu juga mencapai 2,8 Km-an. Wah.. lumayan untuk permulaan. Sebetulnya saya tidak pasang target harus mencapai sekian menit dan sekian Km. Ya.. pelan-pelan saja jalan sambil mendengar kicauan burung, melihat rumput dan pohon yang hijau-hijau, lalu terkena angin pagi. Wah... segernya minta ampun. Maklum, sudah lama ga kena matahari pagi, jadi hari itu sungguh happy sekali bisa merasakannya. Hari pertama bisa dibilang lumayan oke, bikin semangat untuk terus melanjutkan hari kedua.

#Day 2

Suasana Taman Apartment - Day 2

Masih melewati rute di taman, kali ini ambil spot foto yang sedikit berbeda. Tempat ini masih bagian dalam taman apartment, hanya saja bisa di gunakan untuk mengambil foto atau sekedar jalan di sekitarnya. Terdiri dari beberapa lorong, namun menyenangkan juga untuk dilewati. Sebetulnya rutenya sama seperti hari pertama, karena memang saya tidak keluar dan jalan di pinggir jalan. Namun, tempat ini menarik buat saya. Sebab, layaknya lorong panjang dan ada celah-celah menuju jalur berikutnya. Ibaratnya seperti lagi main petak umpet dan diminta untuk mencari yang sedang ngumpet. Nah.. walaupun lorong-lorong begini, antar satu dengan yang lain akan ketemu di satu sisi. Intinya mau muter-muter kemana pun akan kembali ke titik yang sama. Hari kedua, saya memulainya dengan lebih siang. Wah... calon-calon bisa mager nih 🤣 Jam 08.45 saya baru tiba di taman. Cuma lebih asik sih dibanding hari pertama. Mataharinya sudah lebih panas, jadi mau berjemur lebih enak. Kemajuan di hari kedua, bisa capai 3,2 Km selama 46 Menit. Wohoo...kadang ngerasa kok hebat bener bisa mencapai sejauh itu ya. Merasa ternyata diri ini mampu kok jika memang mau. Jadilah makin semangat untuk hari ketiga.

#Day 3

Area bermain anak - Day 3

Tempat tersebut merupakan area bermain anak-anak. Mengusung tema bajak laut, jadi desainnya demikian dengan warna-warna identik gelap nan cerah. Di sebelah kanannya menjadi area untuk berjemur. Karena memang pas sekali matahari jatuhnya disitu. Jadi ketika anak-anak main, ada lansia yang berdiri untuk berjemur. Bahkan orangtua atau pengasuh anak yang bermain, juga suka berdiri disana. Jadi bisa mengamati anaknya sambil berjemur. Saya pun suka berdiri disana sambil melakukan pemanasan singkat untuk kepala, tangan, dan kaki. Lumayan kena panas matahari, berjemur dan dapat vitamin D gratis. Efek pandemi akhirnya membuat anak-anak jarang main disana. Biasanya kalau pagi suka ada beberapa stroler yang berhenti disana. Menandakan ada anak-anak yang sedang bermain. Kapan pandemi ini usai? Btw.. hari itu saya jauh lebih maju di banding hari-hari sebelumnya. Durasinya memang lebih lama, yaitu 56 menit. Namun jaraknya sama dengan hari kedua. Hari itu emang berasa jalan lebih slow sih, padahal jalannya datar-datar saja.

#Day 4

Suasana malam dari Unit - Day 4

Hari itu saya harus ke kantor dan pulang cukup malam. Efek akan diadakan kembali PSBB di Jakarta sejak 14 September 2020, alhasil kerjaan kantor makin banyak dan butuh segera di bereskan. Jadilah saya tidak bisa jalan di taman seperti tiga hari sebelumnya. Ketika  pulang, mau jalan di taman juga sudah malam dan merasa anginnya tidak sehat. Daripada masuk angin, alhasil jalan hari itu cuma di dalam unit saja. Memang terbatas karena tidak begitu luas, namun tidak masalah dibandingkan harus bolos satu hari. Awalnya menjalani ini karena tantangan yang diberikan, lama-lama saya merasa ini menjadi kebutuhan. Ketika pagi itu saya tidak jalan karena pergi ke kantor, saya merasa ada yang kurang. Pagi hari saya jadi berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Mungkin karena sudah tiga hari berturut-turut jalan pagi, ketika tidak melakukannya serasa mengubah jadwal yang sudah ada. Hari itu saya mulai jam 20.15 dan berjalan 20 menit saja mutar-mutar di dalam unit. Sampai sih koko tanya kenapa saya mutar-mutar di dalam unit. Maklum, dia tidak tahu saya sedang dalam tantangan berjalan kaki dan melawan rasa malas. Hari itu saya bangga sama diri sendiri. Saya melawan rasa malas dan enggan untuk berjalan di dalam unit. Meskipun tempat terbatas, bukan menjadi persoalan. Terkadang, bangga terhadap diri sendiri boleh saja kan? Oh ya.. itu foto saya ambil dari lantai 30. Iya.. saya tinggal di lantai 30 😋 Tapi tidak benar-benar lantai 30, karena ada beberapa lantai yang hilang. Seperti di lift tidak ada lantai bernomor 4, akhiran 4, dan 13. Lalu ada beberapa lantai yang di gunakan sebagai tempat terbuka. Cuma kalau mau ke unit saya, harus tekan tombol 30.

#Day 5

Suasana Pinggir Kolam Renang - Day 5

Kali ini berjemurnya di pinggir kolam renang. Efek pohonnya tinggi-tinggi serasa lagi berjemur di pantai Bali #mulaihalu. Duh.. kangen loh lihat pantai dan hijau-hijau pohon. Saya bukan termasuk penyuka pantai, karena kalau kelamaan berasa badan lengket dan tidak nyaman. Cuma selalu suka untuk melihat pantai, apalagi di Bali. Hari itu cuma bisa duduk diam di pinggir kolam renang saja. Lumayan, sambil berjemur dan kena angin, melihat pohon bergoyang serasa lagi di bali. Cuma kurang es kelapa muda saja hahaha.. Hari kelima jalan kaki, mulai lebih pagi di banding hari sebelumnya. Saya mulai jam 08.24 dan berjalan selama 56 menit. Sebetulnya mau meneruskan sampai satu jam, eh kok badan tiba-tiba berasa keliyengan ya. Saya baru ingat hari itu belum sarapan apapun. Alhasil duduk 10 menit untuk istirahat sambil berjemur, kemudian balik ke unit. Puas sekali rasanya sudah bisa melewati tantangan sampai sejauh ini. Cuma masih ada dua hari lagi nih.

#Day 6

Pinggir Jalan Apartment - Day 6

Beli Sarapan

Hari ke-6 bisa mengajak koko untuk jalan pagi. Awalnya dia tidak mau, cuma saya minta cenderung paksa. Dia termasuk jarang olahraga, jadi mending sekalian kan jalan kaki bareng. Awalnya jalan seputar taman, cuma dia bosan. Hari itu juga lumayan ada orang-orang di taman, mungkin karena weekend ya. Jadilah kami menyusuri pinggir jalan apartment. Pinggir jalan juga termasuk sepi, jarang kendaraan bermotor lalu lalang. Jadi aman kalau mau jalan. Kebetulan trotarnya juga oke untuk dilewati, jadi tidak takut kalau ada kendaraan bermotor lewat. Hari ke-6 berjalan selama 55 menit dan capai 3,7Km-an. Wah.. kemajuan nih. Entah karena ada temennya atau memang sudah terbiasa jalan jadi bisa semakin semangat. Merasa sudah cukup dan mau kembali ke apartment, melihat ada yang jualan makanan, jadilah melipir sebentar. Kebetulan sekitar apartment ada ruko-ruko yang jualan makanan. Pas lihat tempatnya bersih dan tempat makanannya pun ditutup. Jadi aman untuk dibeli. Beres jalan kita malah jajan. Langsung mikir, mending jalan sendiri apa sama koko nih? Hahhaa..

#Day 7

Lapangan olahraga - Day 7

Hore... hari terakhir #tanoswalkingchallenge. Tidak menyangka akan bisa sampai akhir dari tantangan ini. Awalnya mencoba, eh merasa asik lalu mulai berubah jadwal keseharian. Hari terakhir kembali ajak sih koko. Lucunya dari awal dia sudah bilang kalau kita jalan 30 menitan saja. Habis itu kembali jajan beli makanan hahaha.. Saya kira memang dia mau olahraga, tidak tahunya agar bisa jajan. Hari terakhir berjalan selama 36 menit, karena sudah ditanya terus sama sih koko kapan 30 menitannya. Yasudahlah berakhir jalan hari itu setelah menempuh 2,4 Km. Lalu kami kembali jajan beli makanan.

Tujuh hari saya melakukan challenge yang dibuat oleh Kak Renov dan Kak Eka. Selain kami bertiga, ada juga Kak Anil dan Kak Hani. Tentu kegiatan seru ini bukan cuma kami berlima, ada teman-teman non blogger juga yang ikutan. Setiap hari, Kak Renov dan Kak Eka posting hasil jalan kaki teman-teman peserta. Saya merasa seperti jalan kaki virtual, sebab melihat tempat-tempat baru yang belum pernah saya kunjungi. Tantangan ini bukan sekedar mengajak kami untuk memulai kebiasaan baru yang positif, namun memberikan refreshing karena bisa "jalan-jalan" secara virtual. Tujuh hari berlalu namun saya merasa perlu untuk terus melakukannya. Ketika berlanjut, tentu akan timbul kebiasaan baru yang menetap. Saya pun tidak memaksa harus dan perlu tiap hari, berusaha untuk menyeimbangkan kemampuan diri. Namun, jika memang bisa maka terus saya lakukan tiap hari. Jika ada halangan, mencoba untuk maklum namun bukan pembenaran sehingga esoknya menjadi kembali malas.

Oh.. yaa.. buat teman-teman yang belum ikutan tantangan kemarin dan mau ikutan, cus.. masih bisa lohhh.. 

Selengkapnya bisa hubungi Kak Renov dan Kak Eka yaa.. Saya pun melanjutkannya dan ini sudah hari ketiga setelah tantangan kemarin selesai. Dua hari kemarin agak lumayan durasi jalan paginya. Hari ini tidak begitu lama karena terpotong ada pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Jadi... kapan kalian akan mulai menjadikan olahraga sebagai kebiasan baru?


Foto: Dokumentasi Pribadi
Cover: Canva edit by me








19 comments

  1. Replies
    1. Halo kak. Bisa klik nama Kak Renov atau Kak Eka yaa yg ada di tulisan aku. Itu akan langsung ngarah ke blog mereka. Nanti kakak bisa hubungi salah satu dari mereka. Makasih kak 🙏

      Delete
  2. Seneng banget baca cerita lengkapnya disini. Juga membaca transisi kebiasaan jalan kaki dari yang mulanya untuk ikut tantangan, perlahan menjadi sebuah kebutuhan karena terbiasa.

    Setuju kalau kita harus bangga dengan diri sendiri, merubah kebiasaan lama dan menciptakan kebiasaan baru bukanlah hal yang mudah. Belum lagi suara suara di kepala yang bilang "nanti aja, atau bolos sekali gak masalah" hihihi

    Kita semangat sama-sama ya ...
    Makasih buat reviewnya .. xoxo

    PS: Buat kalian yang ingin ikut bisa hubungi saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes iyesss... Makasih loh kak atas idenya. Seneng akhirnya bisa produktif buat kesehatan sendiri 😁

      Semangat jugaa kaak 💪

      Delete
  3. Tantangannya cuma jalan kaki 20 menit selama 7 hari kelihatan tantangan yang ringan tapi kalau tidak dibarengi dengan niat yang kuat pastinya akan gagal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo kak. Makasih sudah mampir kesini 😁 salam kenal!

      Iyes kaaak.. butuh niat banget untuk ngelakuinnya. Kadang dianggap sepele karena cuma jalan kaki. Cuma 20 menit. Cuma 7 hari.

      Padahal kalo ga niat yaa bubar ga akan kecapai targetnya. Betul kata kakak, pastinya akan gagal.

      Delete
  4. Setuju sama komentar mas Kal El, kelihatannya ringan ya tantangannya, cuma jalan kaki 20 menit selama tujuh hari apa sih susahnya, tapi jika tidak ada niat yang kuat maka susah terlaksana. Alhamdulillah dengan tekad yang kuat kak Devina bisa menyelesaikan challenge.

    Yang paling susah itu hari keempat ya, hari itu harus ke kantor karena akan ada psbb maka pekerjaan numpuk, pulangnya malam hari lagi. Akhirnya jalan kakinya didalam apartemen saja biarpun sudah malam hari.

    Itu kenapa apartemen tidak ada nomor 4, terus lantai 13 dan juga yang berakhiran 4 ya, padahal Samsung juga ada seri Samsung galaxy S4 dan hapenya laris saja ya.😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas. Makasih sudah mampir kesini. Akhirnya aku berani baca tulisan mas 🤣 maaf mohon maklum, aku aga penakut seputar horor. Padahal tulisannya malah lucu sampai bikin ketawa.

      Iyaa betul, akhirnyaa berhasil melawan rasa malas diri sendiri. Jadi bisa capai target buat selesein tantangan deh.

      Betul mas, karena sayang kalau bolos sehari, jadi ya muter-muter seadanya dan sudah malam 😂

      Aku pun juga ga tau mas. Pernah ke beberapa tempat yg pake lift, jarang juga ketemu tombol lift angka 4 dan 13. Kalau 4 biasanya di ganti 3A atau bahkan langsung ke lantai 5. Kalo 13 biasanya di ganti 12A 😂

      Delete
  5. ide yang dibangun mbak renov dan mbak eka patut diacungi jempol, campaign hidup sehat, yang bener bener nyata direalisasikan
    mba renov juga aktif menginfo ke temen temen
    kalo udah terbiasa akan jadi ringan ya mbak. aku sendiri bingung di kotaku ini kalau jalan kemana hehehe, tiap harinya ngantor mulu, kecuali sabtu minggu yang kadang diisi males malesan kadang
    mungkin minggu pagi biasanya dulu ke alun-alun sebelum ada pandemi, kalau sekarang aksesnya ditutup

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget kak. Awalnya karena ikut challenge, akhirnya sekarang aku mulai terbiasa. Jadi masih coba lanjutin tetap jalan pagi sambil berjemur. Cuma agak ga konsisten karena tidak tiap hari lagi, cuma lumayan ga berhenti hhhee..

      Di halaman atau sekitar rumah kak. Bolak balik gitu. Minimal ada gerak yg jadi olahraga 🤣

      Delete
  6. Congrats mba Devina, finally bisa menyelesaikan tantangannya. Bukan sesuatu yang mudah especially kalau hal itu awalnya bukan hobi yang biasa mba lakukan 😆 hehehehehe.

    Semoga yang awalnya dari challenge bisa berlanjut jadi kebiasaan, mba 😍 nanti kalau Corona sudah hilang, mungkin area jalan kakinya bisa lebih bervariasi dari sebelumnya. Semangat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaayy.. iyaa kakkk. Akhirnya sekarang jadi terbiasa buat jalan deh. Amin... Masih berharap bisa keluar rute yang biasa, cuma pelan-pelan deh. Nanti juga bisa kesampean 😁

      Delete
  7. waaaa seru banget mbak
    selama di rumah aja memang bosen banget
    dan kalau mau keluar jauh masih agak parno
    challenge inia dalah jawaban dari kebosanan itu tapi juga tetap memperhatikan kesehatan

    dan saya sepakat kalau udha jadi kebiasaan meski masih 3 hari terus engga melakukan sehari rasanya aneh ya
    lalu, seru juga bisa liat perjalanan peserta lain meski tempatnya berbeda jadi ada cerita berbeda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas. Makasih sudah mampir kesini.

      Iya ini jadi cara untuk olahraga dan itung-itung refreshing sejenak hhhee..

      Boleh loh mas kalo mau ikutan jugaa. Hubungi Kak Renov saja. Jadi bisa jalan-jalan virtual bersama kami deh 😁

      Delete
  8. Wahhh seru juga ya mba bisa ikutan challenge itu, lumayan banget jalan 20 menit selama seminggu di sekitaran apartementnya hihi.. Btw itu kek rasuna ya, saya salpok ke lapangannya mirip banget..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Andrie, makasih sudah mampir kesini.

      Seruuu kaak, bisa ikutan lohh kalo berminat. Hubungi Kak Renov ajaa..

      Hhaa.. bukan daerah situ kaak

      Delete
  9. Pertama, aku mau bilang bahwa tema barunya bagussss sekali, membuat penampilan blog cici jadi lebih fresh 😍

    Kedua, selamat ci Devina 🥳 karena udah berhasil melalu 7 hari Tanos Walking Challenge dan malah bisa berlanjut terus. Hebattt euyy 😍
    Aku enjoy membaca pengalaman cici mengikuti challenge ini.
    Semoga kebiasaan baik ini bisa terus dijalankan ya ci. Semangaat 💪🏻
    Ditunggu juga update-an lainnya hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asikk.. asikkk... Makasih yaa Lia ❤

      Yes... akhirnya aku bisa melawan rasa malas dirikuuu... Boleh juga Lia kalau mau coba hhha... seru sih jadi berasa ada olahraga dan badan lebih seger.

      Siaapp, makasih yaa liaaa

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.