Kemakan Omongan Sendiri

 

Kemakan Omongan Sendiri


Holaa... setelah beberapa hari ini tidak menulis, sungguh kangen kembali ke "rumah ini." Kali ini saya akan membahas seputar "kemakan omongan sendiri." Sebab, akhir-akhir ini menjalani hal yang dulu bagi saya tidak mungkin untuk di lakukan. Salah satunya adalah nonton drama Korea. Seperti yang sudah pernah saya bahas bahwa drama Korea itu berbahaya, namun perlahan menemukan solusinya. Akhirnya saya mengikuti saran teman-teman untuk menonton drama Korea yang masih on-going. Meskipun penasaran dengan episode selanjutnya, namun membuat saya bisa mengontrol agar tidak bablas nonton hingga dini hari. Kali ini saya lagi menonton drama Start Up dan sukses bikin penasarannnnn.. Lama sekali nunggu episode berikutnya yang tayang tiap akhir minggu. Apakah teman-teman ada yang menontonnya juga? Hayo... kalian masuk #TimJiPyeong atau #TimDoSan? ๐Ÿ˜‰

Nah, berhubungan dengan "Kemakan Omongan Sendiri", saya pun pernah mengalami beberapa kejadian. Dulu selalu bertanya-tanya kenapa orang lain sebegitu sukanya nonton drakor, eh sekarang ini saya malah berada dalam kondisi tersebut. Lalu, pernah mengatakan bahwa saya tidak suka nonton film di bioskop. Lantas, setelah menikah malah meluangkan waktu untuk nonton bersama Si Koko. Sebab dia memang suka nonton film. Pandemi seperti ini membuat kangen untuk nonton di Bioskop ๐Ÿ˜ฅ Selain itu, saya pernah bilang tidak begitu suka makan sate, soto, dan baso. Sejak menikah malah sungguh suka sama ketiga makanan tersebut. Lagi-lagi karena Si Koko suka sama makanan itu, jadilah saya ikutan mencicipi.

Lantas jadi kepikiran, sebetulnya beneran ada istilah "Kemakan Omongan Sendiri" atau memang itu semua terjadi karena melihat sekitar. Nonton drakor bermula dari Si Dede yang mampir ke sini dan bilang ada drakor yang seru. Akhirnya jadi ikutan nonton karena TV di ambil alih oleh dirinya. Kebetulan ceritanya seru dan berlanjut nonton sampai selesai. Kemudian, mendengar ada judul drakor lain yang seru dan penasaran untuk menontonnya. Jadilah sekarang ini saya sudah menonton tujuh drakor hingga tuntas dan satu drakor yang masih on-going. Rekor buat saya yang sebelumnya tidak pernah niat untuk nonton, akhirnya malah keterusan hhaa..

Perihal makanan, saya pernah mendengar kalau punya pasangan biasanya kita bisa menyukai apa yang disukai oleh ybs. Si Koko suka sekali Sate Maranggi (sate sapi) dan saya pertama kali coba makan saat bersamanya. Awalnya merasa aneh makan sate daging sapi. Biasanya saya cuma makan sate ayam, kebetulan tidak suka sate kambing. Ternyata sate sapi itu enaaakk lohhh.. Lantas jadi ketagihan dan biasanya suka pesan sate sapi dan sate ayam lalu kami bagi dua. Dulu pernah bilang tidak mau coba sate sapi karena ngerasa aneh, sekarang malah ketagihan untuk makan makanan tersebut.

Ketika ada suatu hal mengganjal, biasanya saya memikirkan hingga cukup lama. Bahkan untuk membuat satu keputusan saja bisa kepikiran berhari-hari atau bahkan kebawa mimpi. Lalu bisa menyesali kenapa sebegitu sulitnya ambil keputusan dan terkadang tidak menggunakan kata hati. Hal ini ternyata kejadian pada diri Koko. Hari Jumat minggu lalu, satu ikan cupangnya mati. Saya menemukan ikan tersebut sudah mengambang, sontak kaget dan langsung hubunginya. Saya bilang ikannya mati dan dijawab olehnya tadi pagi masih baik-baik saja. Lalu, dia kasih foto ikan lain yang masih hidup namun memang sudah beberapa hari lemas. Saya bilang bukan ikan itu yang mati, namun ikan lainnya. Dia jadi ingat, pagi itu ikan tersebut sempat keliatan lemas. Dia merasa mungkin karena airnya sudah mulai kotor. Karena harus berangkat kerja, jadi dia pikir ganti airnya saat sore. Walaupun dia uda punya "feeling" harus ganti air saat itu. Sorenya ikan tersebut sudah mati ๐Ÿ˜ญ Sedangkan ikan lain yang menurut dia sudah lemas, masih sehat dan saat itu berenang dengan lincah.

Hari itu dia merasa seperti saya yang terlalu banyak pikiran dalam mengambil keputusan. Padahal dulunya dia selalu bilang hal itu kepada saya, namun terjadi dalam dirinya. Hari itu saya merasa kenapa dirinya menjadi seperti saya. Padahal sebelumnya dia termasuk orang yang cepat bertindak. Saya sampai merasa dia tidak memikirkan apa-apa sebelum ambil keputusan. Hari itu dia seperti menyesali mengapa tidak segera mengganti air. Jelas kami pun tidak menduga, sore itu ikannya akan mati. Kemudian, saya merasa apa dia juga kemakan omongannya sendiri. Dia pernah bilang kalau dirinya tidak sama dengan saya. Entah memang kemakan omongan sendiri atau karena kami tinggal bersama jadi sifat-sifat kami nyaris menjadi sama. 

Sebetulnya kejadian yang saya alami akhir-akhir ini antara kemakan omongan sendiri atau saya mencoba untuk membuka diri dan melakukan hal baru. Semua kejadian tersebut merupakan hal baru. Saya memang bukan termasuk orang yang suka mencoba hal atau makanan baru. Biasanya sudah suka suatu hal atau makanan, lantas akan memilihnya terus menerus. Ketika bisa mencoba hal baru dan merasa nyaman, bikin ketagihan untuk selanjutnya. Walaupun bisa di bilang termasuk kemakan omongan sendiri, namun nyaman untuk dilakukan. Menurut teman-teman, apa yang membuat munculnya istilah tersebut? atau adakah yang pernah merasakan kemakan omongan kalian sendiri? ๐Ÿ˜


Cover: Canva

Devina Genesia


19 comments

  1. Mungkin kemakan omongan sendiri bentuk penyopanan dari karma is real kali ya kak devina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa yaa.. karma itu emang bisa real ๐Ÿ˜‚ Bisa jadi kak, terkadang tanpa kita sadari hal itu bisa muncul secara tiba-tiba..

      Delete
  2. Kalau persoalan makan omongan sendiri, saya pun sering merasakannya mba ๐Ÿ˜‚ Sebetulnya instead of makan omongan sendiri, saya lebih memilih bilang kalau people do change entah karena lingkungan atau karena sebuah kejadian. Jadi apa yang kita pikirkan kemarin bisa berubah sekarang dan esok harinya ๐Ÿ™ˆ

    That's why orang jaman dulu bilang, ambil keputusan saat kenyang jangan saat lapar. Even dalam dua kondisi tersebut bisa membuat diri kita ambil keputusan berbeda ๐Ÿ˜ hahahaha.

    Dan hal itu mungkin bisa di-track dari tulisan kita, yang dulu bisa saja cerita, aduuuh gue benci banget jalan kaki, capek. Eh ternyata hari ini coba jalan dan terasa enak ๐Ÿ˜† Wk.

    Saya pribadi nggak masalah kalau kita makan omongan sendiri selama itu menuju ke arah baik, dari yang tadinya nggak suka jadi suka. Itu artinya kita bisa membuka diri kita lebih lebar akan hal-hal baru yang sekiranya nggak kita suka sebelumnya ๐Ÿ˜ Kayaknya pemikiran ini berubah seiring berjalan waktu, dan kata "makan omongan sendiri" ternyata nggak selamanya negatif, yaaa ๐Ÿ˜

    ReplyDelete
    Replies
    1. agree..manusia bisa berubah dan memang dikaruniai kemampuan beradaptasi..

      Apalagi hidup bersama maka akan saling mempengaruhi ๐Ÿ‘๐Ÿ‘

      Delete
    2. Ah iyaa bener kata Mba Eno, tiap orang bisa berubah. Iyaa.. setelah aku pikir ternyata ga selamanya juga buruk. Disini aku jadi ngerasa bisa melalui hal-hal baru yang dulu ga pernah kepikiran akan ngelakuin. Emang terkadang bisa berubah, tentunya harus ke arah lebih baik yaa hhhe..

      @Mas Anton: Sepakat mas, betul kita bisa saling mempengaruhi satu sama lain.

      Delete
  3. Wah, drama Start-Up ini lagi ramai banget sih. Tapi aku nggak nonton ๐Ÿคฃ karena tak ada Netflix ๐Ÿ˜“.

    Aku pernah dengar bahwa pasangan kita adalah cermin dari diri kita. Jadi beberapa hal yang kita atau pasangan suka/tidak suka, bisa menulari kita. Apalagi kalau udah tinggal bersama dalam waktu lama, lebih gampang tertularnya ๐Ÿคญ

    Aku juga sepakat dengan komentar Kak Eno di atas ๐Ÿ˜. Selama "kemakan omongan sendiri" itu membawa ke perubahan yang positif. Why not? Hahaha. Ci Devina sekarang jadi lebih suka banyak makanan, juga lebih banyak stock oppa ganteng. Why not? ๐Ÿ˜

    Tentunya aku pernah mengalami kejadian kemakan omongan sendiri ๐Ÿคฃ. Contohnya beberapa saat lalu ketika akhirnya mencoba Klepon. Aku yang awalnya bilang dan ngerasa nggak akan suka, eh sekarang malah ketagihan sama Klepon huahahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul betul... aku pun pernah dengar juga kalau pasangan adalah cerminan diri kita. Jadi tanpa sadar seolah-seolah menjadi sama satu dengan lain.

      Hahhaa.. bener banget Liaaa, aku jadi mulai coba makanan yang dulu ga mau untuk di coba. Kepikiran buat coba aja dulu ga ada sama sekali. Sekarang malah bisa suka. Iyaa.. jadi tahu juga Oppa ganteng, dulu mah ga ngerti sama sekali. Eh tapi kadang aku pun ga ingat nama asli mereka loh. Ingatnya nama mereka sebagai pemain di drakor tsb hhha..

      Ah.. iyaa benar, Lia akhirnya jadi suka sama Klepon kaan. Next cobain kue putu yaaa ๐Ÿ˜†

      Delete
  4. Aku beberapa kali kok mba, kemakan omongan sendiri, ato jilat ludah sendiri, whatever the terms lah.. :D. Drakor juga salah satunya.. dulu sampe ngejekin temen yg tergila2 drakor. "Iiih ngapain sih tayangan ga guna gitu ditonton". "Apa bagusnya sih nonton drakor. Cowoknya kayak banci semua" ga tau apa lagi hinaan yg aku sebut dulu. Sekarang??? Tergilaaa gilaaa, ga bisa brenti wkwkwkwkkkwkwkw . Sampe nyandu.. -_-

    Trus kayak soal makanan, jengkol dan Pete. Amit2 daaah dulu kalo diksh begituan. Lgs aku tolak mentah2. Skr jd lahaaap hahahahaha.

    Belajar dari situ, aku ga mau benci terlalu sangat ke suatu hal :p. Takut ntr kena tulah lagi :p. Biasa2 ajalah.. ga ada yg tau jangan2 ke depannya kita malah berubah 180 derajat :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener ada juga istilah jilat ludah sendiri hhee.. Aku juga dulu berpikiran drakor itu cuma bikin nangis. Sekaraang walaupun bikin nangis tetap di tonton sampai abis hhha..

      Wahh... aku pun jengkol dan pete belom sampai tahap lahap. Pernah cobain tapi tetap merasa kurang nyaman, apalagi efek setelah makan berasa bau jengkol dan pete ๐Ÿ˜‚

      Iyaa.. segala sesuatu yang berlebihan emang ga baik yaa Mba. Salah-salah malah kena tulah, jadi biasa-biasa sajalah yaa hhhee..

      Delete
  5. Baru aja terlintas di kepalaku setelah selesai baca sampai bawah, bahwa instead kemakan omongan sendiri, aku lebih merasa bahwa manusia memang naturalnya selalu berubah, gak pakem pada satu masa dan kondisi, dan itu bisa saja terjadi dipengaruhi oleh lingkungan dan orang-orang terdekat kita, eh gak taunya sudah diwakilkan oleh kak Eno๐Ÿ˜

    Tapi jujur perkara "kemakan omongan sendiri" ini memang serem sih mbak Dev, akupun sering mengalaminya. Ada yg dulu nggak suka, jadi suka. Ada yg dulu suka, sekarang jadi benci๐Ÿ˜‚ Kalau membawa ke hal yg positif sih tentu jadi bagus. Tapi yg membuat serem itu kalau perkara kemakan omongan sendiri ini terjadi pada hal-hal yg cenderung negatif, hii๐Ÿ˜ฒ. Semoga aja gak sampai kesana, sih๐Ÿคง

    Oh iya, kalau pengalaman kemakan omonganku sendiri ini salah satunya tentang relationship mbak, hahaha. Dulu aku sempat nyinyir, sama pasangan2 yg ketemu di satu jurusan di kampus. Dulu aku mikir, "ih kok bisa sih mereka pacaran satu lingkungan? Kan gak bebas! Kalau aku sih gak mau, deh". Terus skrg malah jadiannya sama yg satu lingkungan๐Ÿ˜Œ masa depan memang misterius๐Ÿ˜‚

    Btw aku turut berduka cita untuk cupangnya ya mbak Dev, semoga sudah tenang dan berada di surga sekarang๐Ÿ˜ซ Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa.. aku pun sepakat dengan perkataan kamu, Mba Eno, dan Mas Anton. Semua bisa berubah dan terkadang tanpa kita sadari loh. Semoga berubahnya tetap ke arah positif yaa.

      Wahhh.. Awl.. jodoh emang ga ada yang tahu yaa hhaa.. Betul, masa depan cenderung misterius jadi daripada main tebak-tebakan, mending menjalani dengan produktif hhhe..

      Makasih yaa Awl, amin... semoga sudah tenang disana. Amin.

      Delete
  6. aku mencoba mengingat-ingat apakah aku pernah kemakan omongan sendiri....
    dan kayaknya nggak pernah
    start up iya lage ramai nih, bener kata Lia, aku belum pernah nonton padahal udah nyoba langganan netflix dari seminggu lalu hahaha, maunya ga mau sia sia gitu pas udah donlot netflix, kan udah bayar, ga mau rugi ceritanya, tapi waktunya yang ga ada :D
    jadi aku cuman dengerin OST nya aja di yutub dan kalau enak mayan lah buat goyangin badan di kantor,, seringnya aku dengerin pas di kantor kalau lagi iseng random nyari musik aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti Mba Ainun menjalani dengan baik dan menerima perubahan yang adaa..

      Mbaa.. nonton itu seru loh. Serasa belajar juga membangun perusahaan sendiri. Keceee dehhh filmnya. Iyaa.. OST nya jugaa enak di dengar hhhe..

      Delete
  7. Sayaaaaa sayaaaa...
    Dulu sih, kalau sekarang lebih jarang komenin hal-hal yang belum dicoba sih, jadinya jarang kemakan.

    Biasanya saya coba dulu, kalau nggak suka baru deh komen, biarpun ternyata masih bisa juga berubah, karena beberapa hal.

    Misal nyobain makanan baru di saat kenyang, jadinya nggak enak.
    eh pas nyobain di saat lapar jadi enak banget hahahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seperti kata Mba Rey, lebih baik mencoba dulu baru berkomentar. Bukannya berkomentar dulu yaa, itu malah bikin kemakan omongan sendiri.

      Kayanya makanan apapun kalau lapar jadi enak deh Mba, hhhaa...

      Delete
  8. Kayaknya aku lumayan sering deh kemakan omongan sendiri ๐Ÿ˜‚ sebetulnya nggak masalah sih, paling di gengsi aja kann, kemarin ngomong A kok sekarang tau-tau ikut ke B ๐Ÿคฃ

    Contoh yang baru-baru aja terjadi tuh pas aku bilang ke suami kalau aku udah give up minum milk tea. Dulu aku sempat doyan banget walau nggak addict. Suka diomelin suami tiap kali aku jajan milk tea, dan seperti biasa akunya malah balik ngotot wkwkwk. Meski masih minum sesekali tapi nggak sesering dulu, paling tiga-empat bulan sekali deh baru minum milk tea. Terus suami ketawa-ketawa bilang, "Akhirnya Tuhan doaku kejawab", nyindir istrinya banget kan biar tobat minum manis-manis ๐Ÿคฃ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menghadapi gengsi itu emang berat yaa Ci hhaa.. Efek gengsi itu sungguh ga enak bangeett..

      Hhhaa.. suami cici bisa-bisanya nyindir begitu. Tandanya dia mengerti bahwa cici ga bisa selamanya lepas dari minuman manis. Mungkin mengurangi saja yaa Ci, bukan berarti ga sama sekali minum hhhe..

      Delete
  9. Huaa ini kadang sih yang bikin aku malu-malu sendiri, karena aku akan berpikir kok aku nggak konsisten hahaha. Tapi benar kata Kak Eno, kalau emang berubah ke arah yang lebih positif kenapa tidak. Lagipula, kalau begitu-begitu aja, hidup kita nggak seru juga ya karena nggak ada hal-hal baru yang kita coba.

    Malah justru sebenarnya kalau kupikir lebih bagus cara yang tidak terduga itu datang secara kita nggak sadar, supaya tiba-tiba kok kita udah melakukannya tanpa ada rasa paksaan dan denial sebelumnya๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju, kalau begitu saja hidup jadi ga seru. Cuma emang malu-maluinnya itu ga enak. Seperti kata Ci Jane, ngerasa gengsi gitu ๐Ÿ˜‚

      Ah.. benar juga, kalau tidak sadar jadi lebih jujur yaa. Bukan terpaksa untuk melakukan sesuatu hhee..

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.