Out of Comfort Zone

 

Out of Comfort Zone


Beberapa hari lalu saya mengambil keputusan penting dalam hidup. Keputusan yang membuat saya memikirkannya terus menerus hingga sulit tidur menjelang H-1. Saya termasuk orang yang tidak mudah mengambil keputusan. Tentu, memutuskan hal ini juga menjadi bagian yang sulit. Tersadar bahwa sebentar lagi tahun 2020 berakhir, saya merasa surprise bahwa bisa survive melewatinya. Seperti yang sudah saya tuliskan dalam blog, bahwa 2020 merupakan tahun penuh duka dan saya sedang dalam proses melewatinya. Lantas, apa yang membuat saya mengambil keputusan penting?

Saat ulang tahun kemarin, salah satu sahabat memberikan komentar pada foto yang saya upload di Instagram. Dia menuliskan "Thank you for surviving well dep ❤." Disitu saya sadar bahwa enam bulan pertama tahun 2020 terlewati begitu saja tanpa bisa saya rasakan. Hari demi hari berlalu tanpa tahu apa yang sudah saya lakukan. Serasa begitu ngawang dan berjalan dengan sendirinya. Momen ulang tahun menjadi pengingat bahwa satu tahun baru bertambah lagi dalam hidup saya. Kemudian beberapa minggu setelah ulang tahun, saya bertemu dengan sahabat tersebut. Dia bilang bahwa perlu memberikan reward untuk diri sendiri. Reward ini sebagai bentuk apresiasi bahwa kita bisa survive melewati tahun yang sungguh berat. Dia sudah memberikan reward untuk dirinya sendiri, lantas saya tergerak untuk juga memberikan ke diri saya sendiri. 

Reward ini berhubungan dengan penampilan diri. Ya... perihal penampilan diri saja bagi saya itu keputusan penting dalam hidup. Sebab, saya bukan termasuk orang yang peduli akan penampilan dan suka merawat diri. Saya memutuskan untuk mengubah penampilan pada muka, khususnya alis dan bulu mata. Jujur keputusan ini bukanlah hal mudah. Saya merasa ketika mengubahnya akan menghilangkan diri saya sendiri. Saya akan merasa seperti orang lain karena itu bukanlah diri saya yang biasanya terlihat. Padahal alis dan bulu mata merupakan bagian dari tubuh kita yang memang sudah diberikan oleh Tuhan dengan sebagaimana mestinya. Setelah diskusi sama sahabat dan Si Koko, saya memutuskan untuk merawat diri saya. Saya mengambil keputusan untuk mengubah sedikit penampilan diri saya. 

Biasanya saya hanya menggunakan pnesil alis, kali ini saya melakukan treatment pada alis. Lanjut, saya melakukan eyelash extention, karena memang bulu mata saya cenderung tipis dan tidak panjang. Saat ini ketika menulis, saya masih merasa takjub sudah mengambil keputusan tersebut. Saya tidak pernah membayangkan menjelang akhir 2020, melakukan perubahan pada diri sendiri. Sejak bulan Maret saya memang menghindari untuk berkaca ataupun selfie. Saya merasa penampilan, khususnya muka begitu lesu dan sayu. Mata pun seakan meredup dan ada kantong mata yang menghitam. Saat itu merasa sangat tidak suka pada diri sendiri. Betapa merasa diri ini sungguh miris dan menyedihkan.

Lantas, sehabis melakukan treatment saya merasakan perubahan. Betul memang terlihat berbeda, layaknya habis di makeup oleh Makeup Artist terus belum cuci muka πŸ˜… Saya merasa seperti "terlahir kembali", bahkan bisa tersenyum. Sejak selesai treatment hingga siang tadi, saya sudah melakukan selfie sebanyak 44 kali 🀣 Saya sungguh bahagia sebab mendapat kesempatan untuk membuat diri ini pantas. Saya mengambil keputusan untuk memantaskan diri saya dan belajar bahwa keluar dari zona nyaman tidak selalu berarti buruk. Terkadang saking nyamannya saat ini, membuat diri sukar untuk melakukan hal baru. Adanya keputusan keluar dari zona nyaman membuat saya bisa mengeluarkan aura yang selama ini terpendam. Beberapa bulan ini saya mengasihani diri saya sendiri. Kini, saya bisa memandang dengan penuh percaya diri. Ternyata memberikan perubahan pada diri memang berefek signifikan. Saya serasa menemukan jalan kembali untuk melanjutkan apa yang sudah seharusnya di lakukan. Semoga aura ini terus menerus ada dalam diri dan tidak membuat saya terjatuh lagi dalam rasa rendah diri. Sejujurnya duka itu masih ada belum sepenuhnya hilang. Namun, perlahan saya bisa berjalan beriringan dengan dukacita tersebut. Koko meyakinkan bahwa ketika saya bahagia tentu Alm. Baby E akan bahagia juga. Saya yang fokus dengan diri sendiri bukan berarti melupakan dirinya. Namun, bentuk bahwa saya sudah bisa melalui fase terberat dalam hidup.

Akhirnya saya bisa memberikan hadiah kepada diri sendiri Selama ini saya terlalu "keras" memaksakan kehendak pada diri sendiri. Namun, hadiah yang diberikan kali ini membuat saya seperti mendapatkan apresiasi. Melewati tahun ini bukanlah hal mudah untuk kita semua. Bahkan saya merasa akhir-akhir  ini, waktu semakin cepat berlalu. Kini sudah menjelang akhir bulan November dan sebentar lagi menyambut bulan terakhir di 2020. Perasaan baru kemarin kejadiannya, perasaan baru kemarin WFH, perasaan baru kemarin ini dan itu, dll.. Kini menjelang penghunjung tahun, seperti flashback apa saja yang sudah di lakukan. Setelah ini merasa ingin sesekali tetap memberikan hadiah pada diri sendiri. Tanpa saya sadari bahwa diri ini sungguh kuat menangung beban yang terjadi. Maka perlu untuk diberikan apresiasi apapun bentuknya.

Nah, bagi teman-teman yang berdomisili di sekitar Jakarta dan tertarik untuk melakukan treatment, saya rekomendasikan LoveBeau. Saya melakukan treatment di sana. Menurut saya, sepadan dari harga yang ditawarkan dengan pelayanan serta hasilnya. Pelayanan menerapkan protokol kesehatan (menggunakan masker, sarung tangan, pembungkus rambut). Lalu, di jam kita booking tidak bercampur dengan yang lainnya. Jadi merasa aman karena tidak perlu bertemu banyak orang. Mereka sangat ramah dan bisa berkonsultasi terlebih dahulu. Saya melakukan treatment dengan nyaman dan bisa mendengarkan musik menenangkan. Oh ya.. selain alis dan bulu mata, mereka juga ada nailart. Hasil nailart-nya juga bagus-bagus dan lucu 😊Kadang mereka suka ada promo, kemarin pun saya mengambil promo 11.11. Lumayan kan dapat disc 11% 🀣

Menjelang akhir 2020, sudahkah kalian memberikan hadiah untuk diri sendiri? Jika sudah, apa yang kalian berikan? Jika belum, apakah kalian tertarik untuk memberikan hadiah pada diri sendiri? 😁


Cover: Canva

Devina Genesia


13 comments

  1. Congratulation for being survival, sister

    ReplyDelete
  2. Ci Dev, aku turut bahagia membaca tulisan ini πŸ₯ΊπŸ₯Ί like.. finally! Aku benar-benar merasa Cici lepas sekali di tulisan ini. Lepas dari segala beban dan bahagia πŸ₯ΊπŸ₯Ί
    Semoga Cici bahagia selaluuu πŸ€—

    ReplyDelete
    Replies
    1. OMG Liaaa... sebegitu kelihatannya kah? Duhh... emosi beneran bisa terbaca dari tulisan yaaa..

      Amin.. makasih yaa Lia atas supportnyaaa πŸ€—

      Delete
    2. Saat kemarin baca tulisan ini dan saat hari ini membaca ulang, masih terasa aura bahagia dan lepasnya πŸ₯ΊπŸ₯Ί
      Aku senang deh bacanya! Rasa bahagianya Cici seperti ter-transfer ke aku juga #halah
      That's why Cici harus selalu bahagia ya 😘

      Delete
  3. Kak Devina, aku senang sekali membacanya! Saat ada seseorang yang bangkit lagi dan mulai menerima apa yang sudah dihadapi, aku jadi terinspirasi dan bersyukur bahwa Tuhan masih sangat sayang kepada orang tersebut. Salah satunya dengan cara yang kak Devina ceritakan ini, caranya unik dan mungkin nggak banyak orang menganggapnya sebagai "turning point" mereka. Tapi Kak Devina berhasil😊

    Semoga tetap dikelilingi oleh kebahagiaan ya, Kak DevinaπŸ’•

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yaa Jez atas supportnyaaa! 😊

      Delete
  4. Peluk duluuuu! ❤️

    Bener yang sahabat kamu bilang, hari-hari ini bisa survive itu adalah sebuah anugerah. So you did it well! Pas baca postingan kamu di IG juga rasanya ikut senang. Terkadang kita suka lupa untuk memberi kebahagiaan pada diri sendiri di saat membiarkan diri tenggelam pada kesedihan ya. Keputusan yang kamu ambil adalah yang terbaik. Mengingatkan aku untuk tidak lupa sayang dengan diri sendiri adalah yang terutama 😊

    Semangat terusss ya, Dev! Semoga 2021 tetap semangat dan makin banyak kebahagiaan yang datang ke hidupmu πŸ€—❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yaa Ci Jane atas supportnyaa! Semoga cici juga bahagia dan sehat selalu yaa πŸ€—

      Delete
  5. Selamat ya Mbak Dev!! πŸŽ‰πŸ’•
    Memang ya keluar dari zona nyaman, terutama yang menyangkut penampilan diri kadang buat deg-degan.. aku bisa relate banget ini apalagi soal turning point duh.. kadang kita memang butuh extra boost ini untuk mengambil keputusan hehe πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener bener mba, kan ngeri-ngeri sedep gitu yaa hhha..

      Makasih yaa Mbaa 😊

      Delete
  6. Wowww.. senang mendengarnya Dev. Banyak kebahagiaan menanti Dev dan Koko di depan. Baby E tidak akan pernah terlupakan dan akan menjadi bagian dari kebahagiaan di masa depan.

    Cemungutz ya Dev

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yaa Mas Anton atas supportnya 😊

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.