Tukar Kado Virtual

 


Tukar Kado Virtual


Tahun ini memang semua serba berubah. Rutinitas akhir tahun yang identik dengan acara tukar kado, menjadi ikutan berubah. Namun, tradisi tiap tahun harus tetap dijalankan. Akhirnya tahun ini kami memilih melakukannya secara virtual. Seperti yang sudah pernah saya ceritakan, bahwa Trust The Truth selalu mengisi tahun dengan kegiatan bersama. Tepatnya hari ini, kami melangsungkan buka kado secara virtual. Baru saja acara selesai dan saya tertarik untuk membagikan ceritanya melalui tulisan. 

Acara tukar kado dilakukan serba online. Mulai dari pengundian tentang penerima kado, pengiriman, hingga buka kado secara virtual. Jadi, kami menggunakan Secret Santa sebagai media dalam pengundian untuk penerima kado. Jumlah kami adalah 10 orang, sehingga pas untuk diundi satu dengan yang lain. Satu orang dari kami menjadi administrator yang melakukan pengisian data dan memastikan masing-masing dari kami menerima e-mail perihal nama penerima kado. Nah, menggunakan Secret Santa, kami bisa menuliskan wishlist agar membantu teman yang memberikan kado dalam membeli barang. Jadi, kami tidak perlu bingung ingin memberikan sesuatu ke orang tersebut. Pastinya barang yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan dari penerima kado. Wishlist kita akan masuk ke e-mail pengirim kado. Contohnya A harus memberikan kado kepada saya. Nah, saya menuliskan wishlist yang dibutuhkan. Kalau tidak salah bisa nulis lebih dari tiga. Nantinya wishlist tersebut akan masuk ke e-mail A. Tentunya ia bisa membeli salah satu dari wishlist yang ada. Pastinya disesuaikan dengan budget yang sudah ditentukan bersama. 

Wishlist saya tahun ini memang ingin sesuatu yang eco friendly. Entah sejak kapan, saya mulai menyukai segala hal yang terbuat dari kayu. Memang dulu sempat menyukai segala sesuatu bertema rustic. Hanya suka belum sampai tahap membeli yang sesuai tema tersebut. Kemudian, setelah menikah dan membeli perabotan rumah tangga, semakin tertarik dengan barang-barang terbuat dari kayu. Akhirnya saya menuliskan wishlist seputar peralatan makan yang terbuat dari kayu. Tidak tanggung-tanggung, teman saya ini membelikan satu set lengkap dari sendok dan garpu serta sumpit, kemudian mangkuk, dan cangkir kecil. Bahkan semua diberikan dua set, karena katanya untuk saya dan Koko. Duhhh... sweet sekali teman saya ini. Btw, teman yang memberikan kado ini adalah laki-laki. Katanya dia membelinya dari beberapa tempat untuk bisa memberikan semua barang yang menjadi kado saya.  Katanya dia mencari yang bagus dan tidak ada dari satu tempat yang sama. OMG, segitunya dia mengeluarkan effort 😭

Kado Natal - Devina Genesia


Diluar ekspektasi saya karena ini super duper baguuuss. Meskipun kayu, tetapi halus sekali dan warnanya cakep bangeeett 😭 Duhh, mau digunakan juga jadi sayang. Setelah sekian lama menunda untuk membeli peralatan makan dari kayu, akhirnya kesampean juga memilikinya. Benar kalau semua akan di dapatkan tepat sesuai waktunya. Walaupun acara tukar kado dilakukan secara virtual, tidak mengurangi makna kebersamaan kami. Tanpa terasa sudah mendekati penghujung tahun. Jika tahun lalu diisi dengan harapan untuk tahun depan, kali ini diselipkan juga doa agar selalu sehat. Pandemi membuat kami tidak bisa bertatap muka. Berharap satu sama lain saling sehat menjadi ucapan sebelum penutupan acara. Ya.. tahun ini serba berubah, namun harapan agar kedepannya lebih baik tetap diucapkan.

Trust The Truth


Tulisan ini menjadi pengingat bahwa tahun 2020 membawa perubahan dalam kehidupan kami dan kita semua. Tentunya tetap harus ada yang disyukuri sebagai bagian dari perjalanan hidup. Momen sederhana seperti tukar kado memberikan kesan bahwa kami tetap ada dan bersama walaupun kondisi sangat berbeda. Semoga menjelang penutupan tahun, kita semua tetap sehat dan bisa mensyukuri apapun yang dialami. Tetap semangat yaa untuk kita semua ! 😁πŸ’ͺ

Oh ya.. background untuk foto tulisan ini merupakan hasil karya teman saya. Background tersebut digunakan untuk menjadi latar Zoom pada acara tadi. Namun, saya edit dengan meambahkan judul tulisan. Nah, ini cerita saya hari ini, lantas ada cerita apa dari teman-teman untuk hari ini? 😁


Cover: Edit by me

Devina Genesia





18 comments

  1. One day, the world stops without any warning.
    Time goes by in its own without a single apology.
    Tetiba udah akhir tahun dan kita "dipaksa" untuk live on karena life goes on.
    Happy holiday, Kak Devina. Set alat makannya buagus & luengkap banget.
    Btw Secret Santa ini aplikasi kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuulll tanpa sadar perlahan tau tau uda mau nutup akhir tahun ajaaa.

      Happy holiday tuuh Mba. Stay safe and healthy yaa.

      Iyaa lengkap banget dan kereen. Ku sukaa juga sama barang2nya 😁

      Hmm semacam itu tapi ga perlu download Mba. Cek dari website nya aja Secret Santa Organizer.

      Delete
  2. What a heartwarming story, Ci Devina πŸ₯°
    Sungguh teman laki-laki yang jadi secret santa untuk Cici sangat thoughtful dalam memberikan hadiah. Sampai mikirin Koko dan berusaha memberi sebaik mungkin. Aku yang baca ikutan terharuuu πŸ₯Ί

    Hadiahnya terlihat sangat bagus 😍 kalau makan pakai peralatan kayu, rasanya lebih enak lho, Ci. Seperti kata Ci Jane pada tulisannya beberapa saat lalu, rasanya seperti lebih rileks saat makan pakai peralatan makan dari kayu. Well, semoga Ci Devina juga bisa merasakan hal yang sama 😊

    Merry Christmas Ci Devina and Koko 😊. Doa dan harapan yang terbaik untuk keluarga Cici di akhir tahun ini dan untuk tahun depan πŸ€— sehat selalu Cici dan Koko πŸ₯°

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa aku juga ga duga dia beli 2 set. Padahal ga di minta. Truuss baguus pula dan warnanyaa cakep.

      Sepertinya aku akan ngerasain hal yg sama dengan Ci Jan. Semogaaa saja πŸ™

      Amin. Makasih yaa Lia. Merry Christmas untuk Lia, keluarga, dan partner. Semoga hal terbaik yg selalu kalian dapatkan πŸ™

      Delete
  3. Ceritanya heartwarming bangeet... Betul, ga bisa bertatap muka bukan berarti ga bisa tetap melakukan tradisi yang udah berjalan bertahun-tahun, cuma caranya aja beda jadi perlu beradaptasi sebentar yaa?

    Suka banget lihat set makan kayunya, cantik banget sampai pouch pembungkusnya pun cantiiik πŸ’• Tanda kalau yang ngasih sangat memperhatikan apa yang diinginkan sama yang dikasih yaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa betul Kak Eya, jadi adptasi dengan perubahan ink.


      Betuul, dia sampai memperhatikan hal-hal detail begitu dan cakeep semua 😁

      Delete
  4. Hi Devina, nice to know you. Ini adalah pertama kalinya aku berkunjung ke blog kamu dan aku suka dengan cara kamu menulis.
    Tahun ini emang terasa beda, buatku tahun ini terasa lebih berat, tapi di lain sisi juga asik karena tidak ada kewajiban bertemu dengan terlalu banyak orang dan bisa skip acara kondangan dengan alasan pandemi. Yep, aku nggak terlalu suka datang ke acara yang berisi terlalu banyak orang. Hahaha.
    Tapi, kalo urusan ketemu teman-teman tersayang, kalau digantikan secara virtual kok susah juga. Aku tipe orang yang lebih suka bertemu face to face dibanding virtual.
    Apapun itu, tahun ini emang harus dihadapi. Nyatanya, bisa juga ya kita bertahan sampe akhir tahun, dan siap menyambut tahun depan yang entahlah.
    Eh aku kok jadi curhat ya. Anyway, nice to know you.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak Dini, salam kenal yaa 😁 Makasih uda mampir kesini.


      Setuju, kalo ketemu langsung emang lebih enak daripada virtual. Iyaa, ga kerasa uda mau tutup tahun aja. Pastinya berat di tahun ini tapi ga sadar bisa terlewati pelan-pelan.

      Hhaa gaapapa Kak, makasih yaa 😁

      Delete
  5. Hola mba Devina 😍

    Produk makan bermaterial kayunya bagus bangetttt, kelihatan berkualitas even dari foto, hihihi, dan chopstick sama sendok garpunya too cute! Suka deh ada aksen hitam di bagian gagang 😁 You are so lucky mba, punya teman-teman baik yang selalu ada bahkan meluangkan waktu untuk doing gathering, semoga persahabatan mba dan teman-teman bisa langgeng, ya 😍

    Eniho, happy weekend mba Dev, saya hari ini asik blogwalk saja sama mau istirahat, nggak ada rencana lain sepertinya πŸ˜‚ hehehehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Mba Eno, bersyukur mengenal merekaa semua. Aku pun juga suka sama peralatannya, cakep semuaaa 😍

      Take your time Mbaa, semoga kesibukan menjelang tutup tahun bisa terselesaikan dengan baik 😁

      Delete
  6. Walau perayaan Natal dan liburan tahun ini harus dilakukan dengan cara yang berbeda, namun kehangatann dan keseruannya tetap terasa yaa, Dev :D itu hadiah kamu bagussss banget! Aku mupeng sekali dengan mangkoknyaa πŸ˜† dan teman kamu itu luar biasak sekali usaha dalam mencari setiap peralatan makan kayu yang kamu butuhkan.

    Btw, happy holidayyy Devina! Semoga liburan akhir tahun ini kamu dan suami tetap sehat dan bisa menghabiskan waktu bersama yaa 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa aku pun takjub dia cowo tapi bisa milih barang baguus begitu. Ato jangan-jangan di bantu pacarnya yaa #eh hhhaa..

      Sehat selalu untuk Ci Jane dan keluarga yaaa..

      Delete
  7. meskipun suasana pandemi, kegiatan kumpul bareng temen tetep berlanjut dengan cara yang berbeda dari sebelum sebelumnya, dengan online. tapi tetep seru ya mba
    alat makan serba kayu begini aestetik mbak, aku suka, aku belinya malah yang stainless mbak
    kegiatan hari ini apa ya mbak, tulisan mba devina dibuat tanggal 18, seminggu lalu, aku asik BW after office hour :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mba, menyesuaikan karena situasi ga mungkin kalo ketemu langsung.

      Kalo aku sedotan yang belinya stainless, sekalian bisa di bawa kemana-mana. Kadang pengen beli juga alat makan stainless, biar kaya di drakor hhha..

      Delete
  8. Dev, lucuuuu loh peralatan makannya ;). Kalo dr kayu gini, kdg aku juga ngerasa sayang sih. Soalnya lebih cakep utk pajangan hahahahah.

    Jadi cendrung ga terlalu sering dipake, kecuali utk moment tertentu :D. Kemarin aku juga ngeliat Tumbler yg terbuat dr kayu lapisan luarnya. Dlmnya ttp Stainles untuk menjaga panas. Lucuuu deh :D. Ga cuma peralatan makan, tapi interior rumah pun aku LBH suka kayu2an, walopun jujur itu model jadul sbnrnya. Cuma gimana yaa, kayu itu berkesan hangat soalnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget Mba, ini pun aku mau cuci dan pake malah sayang. Setuju kaya lebih cocok di pajang daripada di gunakan hhha..

      Waahh unik tuhhh, aku belum pernah ketemu tumbler kaya begitu. Iyaa sih terkesan model jadul, cuma merasa lebih nyaman dan teduh saja saat melihatnya hhhe... Iyaa kaya yang Mba Fanny bilang, memberikan kesan hangat gitu hhee.

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.