End of 2020

 

End of 2020


Jika teman-teman sudah menulis perihal resolusi tahun 2021, saya masih membahas seputar tahun lalu. Btw, holaaa.. lama tidak membuka tempat ini dan berkunjung ke "rumah maya" kalian semua. Bisa di bilang tahun 2020 belum selesai memberikan pelajaran dalam hidup saya. Dua minggu menjelang berakhirnya tahun 2020, keluarga kecil kami mendapatkan kabar mengejutkan. Tepat tanggal 23 Desember 2020 (Rabu), hasil Swab Si Koko menunjukkan positif. 

Ya.. suami saya positif Covid 19! Saat itu kami sudah merencanakan untuk berkumpul bersama keluarga menjelang natal. Sontak semua buyar dan berubah rencana. Si Koko merasakan gejala mulai dari demam, batuk, dan radang tenggorokan. Memang tanggal 18 Desember 2020 (Jumat), dia sempat dinner bersama dengan rekan kerjanya. Saat itu mereka berkumpul di restaurant korea, tentu makan BBQ-an. Nah, lupa persisnya hari Minggu atau Senin, Si Koko mulai menunjukkan gejala seperti batuk. Awalnya mengira dia terlalu banyak makan BBQ dan kurang minum air putih. Kami berdua masih positive thinking saat itu. Selain itu, Koko juga bilang sebelumnya dia makan opak yang banyak di kantor. Nah, mungkin karena kebanyakan makan yang berminyak jadi batuk. Selain batuk, dia mulai merasa radang tenggorokan. Malamnya mulai demam. Hari itu kami mulai pisah kamar dan tidur pun menggunakan masker.

Hari Senin, 21 Desember 2020 dia tetap masuk ke kantor dan badannya mulai membaik. Walaupun batuk masih ada dan radang tenggorokan juga belum hilang. Kemudian Selasa, 22 Desember 2020, dia kerja setengah hari. Katanya mulai meriang lagi. Kondisinya tidak terlihat lemah. Cuma memang masih batuk saja. Bahkan Selasa siang itu dia masih sempat urus ikan cupang peliharaannya. Sore harinya, mendengar kabar bahwa salah satu rekan kerja yang ikut dinner Jumat minggu lalu, ternyata reaktif dan sedang menunggu hasil Swab. Btw rekan kerja ini dari kantor yang berbeda ya. Malam itu juga kami memutuskan untuk Swab. Buat memastikan sekaligus jaga-jaga, sebab mau bertemu keluarga.

Rabu malam mendapatkan hasil dan ternyata Koko memang positif Covid 19, sedangkan saya negatif. Rasanya campur aduk dan merasa kecolongan. Padahal kami sudah menerapkan protokol kesehatan, semprot sana sini, menggunakan masker, dll, namun tetap tidak bisa menghindari dari virus itu. Langsung bicarakan dengan pihak keluarga. Mulai mencari rumah sakit yang masih menerima pasien Covid 19 dengan gejala. Sebab, jika ternyata harus dirawat, kami sudah menemukan tempatnya. Kamis, 24 Desember 2020, saya mulai ngungsi ke tempat orangtua. Koko isolasi mandiri di tempat tinggal kami. Hari itu juga dia pergi ke rumah sakit untuk menjalani tes darah, CT Scan, dan pemeriksaan dengan dokter. Semua bisa dilakukannya sendiri. Bisa di bilang kondisi dia segar bugar. Hanya saja ada batuk dan virus dalam tubuhnya. Jika kalian ketemu dia saat itu, tentu tidak menyangka bahwa dirinya sudah positif Covid 19.

Hasil CT Scan menunjukkan ada sedikit flek (bercak putih) di paru-parunya namun posisinya menyebar. Dokter menyarankan untuk rawat inap sambil di pantau lebih lanjut. Sebab bila ada gejala dikhawatirkan bisa sesak nafas. Oke.. pencarian rumah sakit di lanjutkan. Bukan hal mudah menemukan rumah sakit yang masih kosong di saat seperti ini. Sambil menunggu, sudah beragam obat yang di berikan. Mulai dari dokter hingga obat chinese. Seperti berjumlah belasan obat yang harus di minumnya. Jujur merasa sedih melihat dia harus minum sebegitu banyak obat.

Bagaimana kondisinya? Baik.. sungguh masih segar tetapi batuk menjadi lebih sering. Hingga akhirnya mendapatkan kabar bahwa ada kamar kosong di salah satu rumah sakit. Kabar tepat di peroleh saat hari natal. Terhitung sejak 25 Desember 2020 hingga hari ini, Si Koko masih rawat inap. Tahun 2020 memang berat untuk saya. Dimulai dari sukacita masa kehamilan, mengalami dukacita Baby E meninggal, hingga harus merayakan natal dan tahun baru terpisah dengan suami dan anak. Ya.. natal dan tahun baru kami bertiga dirayakan masing-masing. Baby E merayakan dari surga. Koko merayakan dari rumah sakit. Dan saya merayakan dari tempat tinggal saat ini.

Bukan tahun yang mudah untuk di lewati, namun bersyukur bahwa saya bisa menyelesaikannya. Tanpa saya sadari, kali ini sudah menapaki tahun baru. 2020 berjalan begitu saja. Jika dilihat kebelakang, masih tidak menyangka bahwa saya bisa melewati hari per hari dengan tuntas. Perasaan dukacita mulai bisa di lewati dan diterima. Perasaan khawatir akan kesehatan suami perlahan menghilang, seiring perkembangan baik dari kondisinya. Perlahan bisa terlewati walaupun terseok-seok. Sungguh pelajaran berharga sekali untuk diri sendiri. Ternyata saya kuat di luar dugaan sendiri.

Jika ditanya apa kabar saya saat ini? Lumayan membaik. Sejak 30 Desember 2020 saya mengalami diare. Sempat ngeri karena diare juga menjadi salah satu gejala dari Covid 19. Memang sejak Si Koko sakit, pola tidur dan makan super amburadul. Mungkin akumulasi dari keadaan dan pikiran yang stres, akhirnya saya diare akut. Hari itu, saya dan keluarga melakukan Swab. Bersyukur hasil Swab kami adalah negatif. Sebab saya takut jika menulari ke orangtua dan Si Dede. Ternyata kami ber-4 dalam kondisi sehat dan semoga selalu demikian. Meskipun sudah lega karena hasil Swab, namun tetap ada rasa stres. Puncaknya perut merasa kembung, mual, dan diare yang tidak berhenti. Mulai dari minum Diapet hingga Norit, tetap masih diare. Orangtua dan Si Dede curiga saya hamil. Akhirnya saya test pack dan ternyata hasilnya negatif. Ya.. mungkin ini penyakit karena stres.

Hari ini keadaan sudah lebih membaik. Diare sudah berhenti, namun gangguan lambung masih terasa. Perut serasa gendut dan kembung. Berasa perut penuh sekali dan engap di dada. Mulai dari dibalur minyak kayu putih, minum tolak angin, hingga minum obat maag. Perut masih berasa kembung dan semoga segera membaik. Teman-teman ada rekomendasi obat atau cara untuk menghilangkan perut kembung dan masuk angin?

Memasuki tahun baru 2021, sesederhana ingin berkumpul bersama suami dan keluarga dalam keadaan sehat. Sejujurnya saya belum membuat resolusi apapun. Entah kenapa memang dari tiap tahun tidak pernah membuatnya. Jawaban klise, yaitu berharap tahun ini lebih baik. Selain itu, saya mau minta maaf kepada Mba Kyndaerim karena saya belum bisa melanjutkan Liebster Award. Terimakasih karena sudah memasukkan nama saya untuk ikut dalam tongkat estafet tersebut. Hanya saja keadaan saya saat ini tidak memungkinkan untuk melakukannya. Mohon maaf ya Mba Ky πŸ™

Mohon doanya ya teman-teman, besok Si Koko mau Swab lagi. Sebab beberapa hari lalu sudah Swab namun masih positif. Semoga hasil besok sudah negatif. Karena keadaannya sudah membaik dan batuk sisa sedikit-sedikit. Minggu depan tepat dua minggu sejak dirinya dinyatakan positif. Semoga ada kabar baik tentang kesehatannya.

Tetap jaga kesehatan yaa teman-teman. Semua ini belum usai dan semakin banyak orang yang positif, khususnya OTG. Jadi, tetap patuhi protokol kesehatan!


Devina Genesia



20 comments

  1. semangat mba ��✨ setiap ada kesulitan pasti ada kemudahan.

    ReplyDelete
  2. Semangat ya kak Devina, semoga semua yang kak Devina lalui ini hanya akan menguatkan kak Devina dan seluruh keluarga di rumah.
    dan semoga Koko juga cepet sembuh dan hasil testnya jadi negatif.

    Semoga semuanya cepat berakhir dan berujung manis.

    Sehat selalu untuk kak Devina dan keluarga di rumah!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yaa Kak Ady!

      Semoga kakak dan keluarga juga sehat selalu yaaa..

      Delete
  3. Mba Devina, I'm sorry to hear that ~

    Semoga Koko bisa cepat sembuh dan segera dinyatakan negatif dari Corona 🀧 I know, it must be hard ya mba. Huhuhu. However, Tuhan nggak pernah kasih cobaan melebihi kekuatan hambanya *sound klise, tapi semoga bisa membuat mba Devina keep going strong until the end* πŸ’•

    Take care and stay healthy, mba πŸ˜‡

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. makasih yaa Mba Eno..

      Semoga Mba Eno dan keluarga juga sehat selalu yaa..

      Delete
  4. Ooh my gosh...Aamiiin...semoga si Koko swabnya negatif kali ini yah..

    Semangat Dev..Insya Allah semua akan baik baik saja. πŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ Koko akan sehat...

    Wajar kalau dikau perutnya sakit sih..situasinya seperto sekarang. Tetap jaga diri ya Dev..πŸ™πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Makasih yaa Mas Anton..

      Iyaa.. aku udah mendingan kok Mas. Semoga Mas Anton dan keluarga sehat selalu yaaa..

      Delete
  5. Devvv, semoga hasil tes swab suami bisa segera negatif ya. Semoga kamu juga tetap kuat dan sehat menghadapi semuanya. Sering dengar juga mereka yang positif Covid obatnya cuma satu, tetap semangat dan jangan stres hehe πŸ€—

    Kalau soal mengatasi perut kembung, aku gak pernah minum obat sih. Biasanya aku ngurangin makanan yang banyak gas, kayak karbo atau goreng-gorengan. Coba minum air/teh jahe pakai madu, Dev. Biasanya lumayan membantu menghangatkan perut (:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin.. Makasih yaa Ci Jane..

      Iyaa, aku juga jadi minum air hangat sama tolak angin nih. Lumayan ngebantu sihh..

      Delete
  6. Tahun yang beneran bikin jungkir balik ya, mba :((

    So sorry to hear that. Semoga hasil swab koko-nya segera negatif dan mba Devina juga sehat seperti sedia kala *virtual hugs*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Mbaa 😭 super nanonano abis...

      Amin.. Makasih yaa Mba atas supportnyaaa..

      Delete
  7. Semangaaaat Dev. Memang butuh waktu agak lama terkadang utk bisa jadi negatif . Aku sendiri butuh 4x swab dengan selang waktu 2 Minggu sampai hasilnya bener2 bersih..

    Untungnya aku dan suami OTG , jd cukup isolasi di rumah.

    Semoga si kokoh lebih cepet utk negatifnya yaaaa. Rutinin trus minum suplemen, vitamin, madu, probiotik dan air putih hangat. Jgn lupa juga kumur2 pake mouthwash :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasih yaa Mba Fanny...

      Iyaaa, aku pun jadi ikut-ikutan kumur2 pake mouthwash..

      Delete
  8. Ci Devina, aku turut sedih 😭
    gimana hasil test Koko sekarang? Apakah udah negatif? Semoga udah sembuh 😭

    Semoga tahun ini lebih banyak hal-hal baik dan membahagiakan untuk keluarga Cici, ya πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Swab hari Senin tanggal 4, hasilnya masih positif Lia. Cuma keadaan dia uda membaik, jadi semoga dalam minggu ini sudah bisa negatif yaa.

      Amin.. Makasih yaa Lia atas doanyaa..

      Delete
    2. Semoga minggu ini bisa negatif ya, Ci πŸ™πŸ» get well soon, koko!
      Jaga kesehatan juga untuk Cici πŸ™πŸ»

      Delete
  9. mbak devina, aku ikut sedih.
    cepet sembuh koko, dan keluarga tetep dikasih kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.
    bertemu banyak orang seperti itu juga aku takutkan mbak, hanya saja masih dibawa berpikir positif. tetep pastinya kudu extra hati hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin... Makasihh yaa Mba Ainun atas doa nyaa.
      Betul emang tetap harus positive thinking ..

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.