Dear Gramedia, Semangat!

 

Dear Gramedia, Semangat! - Devina Genesia


Efek pandemi memang terasa di semua bagian. Buat saya yang senang membaca dalam bentuk hardcopy, moment ke Toko Buku adalah hal yang paling menyenangkan. Setelah hampir satu tahun tidak pernah ke toko, akhirnya Senin malam saya mampir ke salah satu cabangnya. Toko Buku yang saya maksud adalah Gramedia ya. Nah, Gramedia ini terletak di salah satu mall. Bisa di bilang Gramedia ini cukup luas dan lengkap. Hanya saja yang membuat sedih karena suasananya sungguh sepi sekali. Bisa di hitung jumlah pengunjung yang datang kesana. Sengaja saya datangnya Senin sore sehabis pulang kantor. Sebab masih belum berani datang ke mall saat weekend. Soalnya saat weekend, mall sudah mulai ramai. Jujur, ketika bertemu banyak orang untuk saat ini malah jadi takut. Semoga saja keadaan cepat membaik, apalagi sudah banyak yang mulai diberikan vaksin. 

Lanjut mengenai Gramedia yang saya datangi, kesan pertama adalah gelap dan kosong. Entah karena sudah malam atau memang ada perubahan dalam penerangan jadi terkesan gelap. Jadi beberapa bagian hanya menggunakan lampu yang cenderung redup. Lorong-lorong pun cenderung sepi. Kalau pun ada pengunjung paling hanya satu atau dua orang di lorong tertentu. Hal ini bertolak belakang sekali dengan kesan tiap ke Gramedia sebelum pandemi. Gramedia menjadi salah satu tempat langganan yang suka di datangi ketika pergi ke mall. Bukan cuma orang dewasa saja yang mampir kesana, anak-anak yang berlarian untuk lihat alat tulis atau buku-buku, menambah kesan hangat tiap ke Gramedia. Sayang sekali, moment tersebut mulai bergeser dan bisa di bilang jarang di temukan saat ini. Mayoritas pembelian buku melalui online. Saya sendiri beberapa kali membeli buku di Gramedia melalui websitenya atau e-commercenya. Namun, tetap merindukan ketika datang ke sana dan mencari lorong yang berisi novel-novel. Bahkan, biasanya mencari letak rak yang berisikan buku-buku New Arrival. Selain itu, membaca sinopsis satu buku dan buku lainnya. Lalu, lihat cover-cover buku yang semakin menarik. Mampir ke lorong buku anak-anak dan komik. Betapa buku-buku sekarang semakin beragam dengan warna warni yang cantik. Terkadang ke lorong alat tulis dan melihat penataan warna-warna pulpen maupun spidol. Senang sekali melihat warna-warni yang disusun dengan rapih. Bukan cuma susunannya yang rapih, gradasi warnanya juga menarik untuk di lihat.

Gramedia - Devina Genesia
Dok. Pribadi

Semakin banyaknya buku-buku baru namun sayangnya jarang orang yang datang ke Gramedia. Padahal buku-buku baru saat ini semakin menarik. Tampilan Gramedia saat ini bisa dibilang sudah fresh dengan logo yang juga baru. Rak buku yang dibuat dengan minimalis serta warna kayu yang menarik, sebetulnya suasana mendukung untuk bisa berlama-lama keliling dari satu lorong ke lorong berikutnya. Sayang, pandemi membuat Gramedia menjadi berbeda dan kehilangan cerianya.


New Arrival Gramedia - Devina Genesia
Dok. Pribadi

Rak yang paling suka saya kunjungi. Melihat satu per satu buku baru yang tentunya keren-keren. Terkadang bisa membaca sinopsis satu per satu buku tersebut. Bahkan, siap-siap membawa satu buku kalau di rasa sangat menarik dan ingin baca sampai tuntas hhha. Jujur lebih kalap belanja buku ketimbang baju atau barang-barang lainnya 🀣 Ada yang sama seperti saya kalau urusan buku bisa kalap luar biasa? Saya sendiri masih menyukai ketika tangan memegang buku. Ada sensasi yang berbeda ketika membaca buku dalam bentuk cetak/hardcopy. Mungkin memang Gramedia sudah jarang di kunjungi, namun sebetulnya ada cara lain yang membuatnya tetap survive. Pengunjung bisa saja membeli secara online atau membaca dalam bentuk digital. 

Rak Gramedia - Devina Genesia
Dok. Pribadi

Nah, ini adalah bagian yang wajib di kunjungi tiap ke Gramedia. Bisa berlama-lama di bagian Fiction. Bahkan bisa sampai jongkok untuk melihat buku yang berada di rak paling bawah. Saat kemarin ke bagian tersebut, kaget karena banyak penulis yang menghasilkan buku-buku yang keren. Rasanya mau borong beberapa buku. Saking saja ingat karena baru membeli buku di e-commerce Gramedia. Buku tersebut masih tersampul plastik rapih dan belum di buka sama sekali 🀣 Memang akhir-akhir ini agak melambat dalam membaca. Biasanya satu buku selesai satu hingga dua hari. Kali ini ada satu buku yang sudah hampir sebulan belum selesai juga di baca 😭 Padahal niat belanja buku masih ada. Musti pelan-pelan mulai membaca lagi agar bisa membeli buku-buku yang lain. Siap-siap saja habis ini bingung mau taroh dimana buku-buku tersebut 😜

Melihat kondisi yang demikian, berharap Gramedia tetap semangat agar bisa terus survive. Semoga saja semakin banyak orang yang membaca buku-buku dari Gramedia, entah membeli langsung atau via digital. Sebab, Gramedia menjadi salah satu tempat yang akan selalu memberikan kenangan menarik untuk saya dan mungkin penyuka buku lainnya. Semangat terus untuk Gramedia!

Teman-teman, kapan kalian terakhir ke Gramedia? Apa kesan yang kalian dapatkan ketika datang ke Gramedia? Yuk-yuk cerita pengalamannya saat ke Gramedia πŸ˜†

Devina Genesia



16 comments

  1. Sepertinya sekarang udah lebih banyak yang belanja via online dan langganan di Gramedia Digital, Ci πŸ˜‚. Walaupun sensasi membaca buku fisik tak tergantikan, tapi peran digital memang udah semakin meningkat. Sedih sih lihat toko buku sekelas Gramedia dengan kondisi yang seperti sekarang ini 😒
    Pernah waktu akhir tahun lalu, aku ke Gramedia World terdekat di daerahku dan isinya parah banget, aku sampai shock lihatnya 😒. Koleksi bukunya tinggal sedikittt banget. Buku-buku yang tadinya tersusun rapih di lantai paling atas, jadi digelar di lantai dasar dengan koleksi yang sedikit, katanya ini semua karena pandemi tapi ada kemungkinan untuk kembali lagi ke awal dan semoga benar terjadi karena aku belum ngecek lagi ke sana πŸ˜‚
    Pandemi memang membawa perubahan besar untuk toko-toko fisik, tapi menurutku, kegiatan online malah lebih mengalami peningkatan. Semoga toko fisik Gramedia masih tetap bisa bertahan karena cuci mata di Gramedia adalah salah satu kegiatan kesukaanku πŸ₯Ί

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa jadi memang orang lebih beralih ke online dan Gramedia Digital. Terkadang pegang hardcopy kan bisa juga kertasnya kotor. Setuju sensasi baca buku hardcopy, pegang kertasnya, cium wangi buku, itu emang ga tergantikan deehh.

      Emang paling seru cuci mata di Gramedia bisa liat beragam buku sampai deretan pulpen dan spidol warna warni hhha..

      Delete
  2. Lihay dok fotonya, bener ya kok kayak gelap gitu.

    Terkahir ke gramedia bulan lalu, dan kayaknya kalau gramedia di bogor masih tetep rame, meskipun gak serame hari-hari sebelum pandemi sih

    Mungkin sekarang banyak orang udah shifting habitnya beli buku secara online ya ketimbang datang langsung ke toko

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa Mas bisa jadi karena shifting jadi toko fisiknya sepi. Mudah-mudahan saja tetap ramai walau ga semua beli langsung ke tokonya.

      Delete
  3. Terakhir ke toko buku Gramedia itu tahun lalu, Dev. Karena sejak pandemi nggak pernah keluar, bisa main di toko buku aja hepi banget πŸ˜‚ menurutku meski toko fisik sepi mereka sepi, mereka tetap gencar kok jualan buku-buku via online. Sejak pandemi ini Gramedia sering banget diskon, entah itu diskon buku atau ongkir. Lumayan banget memang jadinya tinggal duduk manis aja di rumah menanti buku dikirimkan hihi. Cuma yaa seperti yang kamu bilang juga, esensi dan pengalaman main ke toko buku itu perlahan memudar ya karena pandemi πŸ˜₯ belum lagi harus membayar maintainence dan sebagainya. But I hope they survive tho. Ayoo lah kita membantu dengan belanja buku-buku mereka *lho* 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul ci, aku pun sempet beli online dan happy buku datang dalam keadaan rapih. Cuma tetep ngerasa lebih seru langsung ke tempatnya.

      Hhha sepertinya aku akan mulai beli-beli lagi, walaupun ga tau kapan mulai baca dan selesai nya 🀣

      Delete
  4. Seingatku terakhir ke gramedia bulan Januari lalu, tapi situasinya cukup berbeda sama yg mbak Dev datangi di atasπŸ˜‚ walaupun weekday, waktu itu Gramedia nggak sepi banget, tapi nggak terlalu rame juga. Paling nggak dari satu rak ke rak lainnya nggak crowded kayak biasanya, masing-masing cuma ada satu atau dua orang. Agak parno sih mbak waktu itu, tapi pinter-pinter kitanya aja selalu jaga jarak dan pake sanitizer tiap abis pegang-pegang buku, wkwkw😬

    Ikut sedih juga sih, rasanya bener-bener nggak nyaman kalau kayak gini terus. Masalahnya vibe antara beli via e-commerce sama langsung ke tokonya beda yaa mbak:( Apalagi buat orang yg seneng sama aroma buku-buku kayak aku, huwaaaaa dikit-dikit bisa kangen kalau inget buku😭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa ngerasa parno juga kemarin aku pas pegang-pegang bukunya. Abis sekarang ngerasa kalo pegang sesuatu pasti bisa kotor.

      Setuju vibe nya emang beda banget. Aku pernah beli online dan tetep lebih suka datang langsung ke Gramed nya. Bisa milih-milih juga buku-buku lain yg ada di sekitarnya.

      Delete
  5. Pandemi banyak banget efeknya ya sampe ke toko buku juga kena

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Kak, sepertinya semua terdampak nih.

      Delete
  6. Aku slalu Sukaaaaaa bgt kalo ke toko buku. Ga cuma gramedia sih sbnrnya. Wangi aroma kertas itu ga ada yg ngalahin memang.

    Trakhir ke gramed pas February, tp tujuan waktu itu nyari kartu pos buat project post crossing yg digagas Lia :D.

    Sayangnya Gramedia udh ga menjual postcard :(. Aku ga lama2 di sana, Krn keburu ditarik suami. Dia ngerti bangettt aku bisa berjam2 kalo dibiarin di toko buku :D.

    Sedih sih yaa kalo melihat toko buku skr sepi. Tp aku berharap penjualan dr onlinenya meningkat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa betuul, wanginya tuh beda daripada yg lain 🀣 aku bahkan lupa kalo gramedia pernah jualan postcard. Kayanya uda lama banget ga liat postcard πŸ˜‚

      Iyaa semoga saja ada alternatif lain, jadi mereka tetap survive.

      Delete
  7. Halo Mbak, pertama main kesini nih.... 😁

    Ternyata gramednya sesepi itu ya, semoga saja itu emang pas kebetulan lampunya remang2 gitu ya.. soalnya saya juga termasuk orang yang betah banget kalo ke Gramedia. Nggak tega aja kalau denger Gramedia makin hari makin sepi banget karena pandemi.

    Faktor lainnya mungkin karena Gramedia jarang ngasih diskon ya... Lebih menggiurkan toko online yang sering ngasih diskon gede, kadang ada gratis ongkir juga. Tapi sebenernya sensasi beli buku di Gramedia tetep nggak bisa digantikan sama apapun. Selalu ada rasa kangen dateng ke gramed, liat2 buku, berlama-lama walaupun belinya kadang cuma satu atau malah nggak beli πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mas, salam kenal. Makasih juga sudah mampir kesini 😁

      Iyaaa saya pun betah kalo ke Gramedia. Waktu saya ke Gramed sih ada disc Mas. Terbitan Gramedia rata-rata pada disc.

      Mungkin pada beralih belanja ke online kayanya. Betuuul, kadang liat-liat bukunya lebih banyak daripada buku yg di belinya πŸ˜‚

      Delete
  8. terakhir kali ke Gramed, bulan lalu.
    apalagi sejak direnovasi, gramed jember makin cakep menurutku. liat foto mba devina ini, mirip mirip sama gramed jember
    dulu waktu masih sekolah dan kuliah, sering banget mampir ke Gramed, pas udah kerja sesekali aja kalau lagi pengen beli buku dan kangen ama suasananya, ademmm gitu hahaha
    kadang kalau cuman kangen, ya masuk aja tanpa beli apa-apa, itu aja udah seneng

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang Gramedia sekarang lebih fresh. Tampilannya menggambarkan masa kini banget Mba.

      Iyaaa emang suasana Gramed itu bikin kangen dan mau buat balik lagiii

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.