Satu Tahun


Satu Tahun - Devina Genesia


26 Maret 2021 dan 03 April 2021, tepat satu tahun melahirkan dan melepaskan. Sudah satu tahun berlalu, namun terasa seperti kemarin. Sudah satu tahun berjalan, namun masih berusaha berdamai. Sudah satu tahun bertahan, namun belum sepenuhnya nyaman. Sudah satu tahun menjalani peran seorang ibu, nyatanya tidak benar-benar melakukannya. Status berganti menjadi seorang ibu, namun peran tersebut hanyalah bayangan. Tanpa terasa sudah satu tahun saya melewati masa-masa meyedihkan. Masih kok menangis mengenang tanggal-tanggal tersebut. Bahkan masih ingat jam Baby E lahir dan meninggal. Serasa baru kemarin melewatinya, nyatanya sudah satu tahun berlalu.

Jika di tanya bagaimana keadaan saat ini, jelas merasa bangga karena bisa survive. Tidak pernah terbayang bisa melewati dan menjalaninya perlahan. Satu tahun kemarin juga menjadi titik balik bahwa menemukan hal baru yang awalnya hanya sebagai bagian dari "melupakan". Mencoba mencari aktivitas untuk sekedar melupakan, namun kini menjadi ketagihan. Jika tahun lalu tidak mengalami masa duka, mungkin menulis hanya menjadi bayangan saja. Nyatanya dengan menulis menjadi nyaman dan sebagai bagian dari menyimpan memori. Mohon maaf bagi teman-teman yang membaca tulisan saya selalu berhubungan dengan dukacita. Tulisan-tulisan yang ada sebagai bagian dari kenangan yang mungkin jika suatu saat saya baca kembali, membuat saya tenang dan nyaman.

Satu tahun berlalu, masih banyak proses yang perlu di jalani. Masih belajar untuk melepaskan dari kata pembenaran. Selama ini masih berada dalam "Seadainya" atau "Seharusnya". Hingga melupakan bahwa jika sudah terjadi, tentu tidak bisa di ubah. Sudah satu tahun, namun masih belum benar-benar bisa mengatakan bahwa anak saya meninggal. Bagi orang-orang baru yang di kenal dan bertanya apakah sudah punya anak, jelas saya bilang sudah. Jika di tanya lebih lanjut usia anaknya dan jenis kelaminnya, saya akan menjawab sebagaimana mestinya. Bahkan bagi orang yang tahu saya pernah hamil, namun tidak tahu kondisi Baby E, saya belum bisa bilang bahwa ia sudah meninggal.

Akhirnya sampai titik saya selalu berada dalam keadaan pembenaran. Saya berusaha berada dalam anggan-anggan yang mungkin menyakitkan untuk diri sendiri. Nyatanya saya sadar saat mengatakan itu dan memang sengaja ingin menyakiti diri sendiri. Semakin saya mencari pembenaran, maka akan semakin merasa bersalah. Rasa berasalah itulah yang sulit untuk disembuhkan. Sampai sekarang pun saya masih belum siap jika kembali harus hamil. Bukan karena trauma, namun memang belum siap jika ada hal-hal yang bisa saja buruk. Suatu saat masih ingin merasakan hamil dan jika diberikan kesempatan maka bisa menjalani peran ibu yang sesungguhnya. Hanya saja kembali saya mencari pembenaran. Sebab merasa jika belum sepenuhnya berdamai dengan duka, maka saya bisa menjalani peran tersebut dengan kesedihan. Seharusnya penuh dengan kebahagiaan, malah nantinya diliputi kecemasan dan kesedihan. Tentu akan berdampak buruk pada mental saya dan Baby nantinya.

Akhirnya saya merasa hanya perlu menjalani dan berhenti untuk mengkhawatirkan sesuatu. Tingkat kecemasan yang tinggi ini memang bisa membawa pengaruh buruk. Satu tahun sejak momen menyedihkan itu. Sekarang saya lagi disibukkan dengan renovasi rumah baru. Makanya akhir-akhir ini agak menghilang dari dunia blogging. Ternyata mau pindah ke tempat baru saja tetap ada dramanya 😣 Duhhh ingin segera selesai biar tidak merasa drama yang sebetulnya karena kurang komunikasi saja. Jujur agak deg-degan juga dengan hasil seluruhnya. Semoga saja sesuai dengan harapan kami πŸ™ Mungkin tulisan berikutnya akan membahas seputar persiapan dan kondisi saat ini berkaitan dengan rumah baru. Ingin berbagi hal-hal sesuai pengalaman kami. Semoga bisa bisa terlaksana niat menulisnya. Satu tahun lalu berada dalam kondisi penuh tangisan. Satu tahun kemudian lagi deg-degan nunggu renovasi selesai. Entah satu tahun yang akan datang akan terjadi seperti apa. 



Devina Genesia


 

17 comments

  1. Hi Ci Devina πŸ‘‹πŸ». Cici udah cukup strong untuk bisa sampai di titik ini πŸ’ͺ🏻 good job Ci!
    Anyway, semakin nggak sabar membaca cerita tentang pindahan Cici hihi semoga semuanya bisa segera selesai dan hasilnya memuaskan ya 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Makasih yaa Lia atas supportnya selama ini. Makasih juga mau baca tulisan galau dari tahun lalu. Semoga ga memberikan emosi negatif buay kamu yaaa πŸ™

      Amin, banyaak nih yg mau di ceritakan. Duuuh abis beres semua, aku pasti akan menulis macem-macem hhha..

      Delete
  2. Semangat mba. Semoga diberikan momongan lagi, yang banyak yang shalih shalihah. aamiin. Saya yakin mba Devina pasti kuat :)
    Selamat atas rumah barunya. meskipun terlalu awal mengucapkan. hehe. :)

    ReplyDelete
  3. hai hai mbak devina, tetep semangat jalani hari-hari ya
    ga sabar aku pengen tahu cerita soal dekorasi rumah barunya setelah bingung nentuin warna ini itu ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin, makasihh yaa Mba atas supportnyaa 😁 Semoga setelah urusan pindahan kelar, aku bisa cerita yaa hhhee..

      Delete
  4. Hahaha.. seneng lihat foto Dev di Instagram.. Kayaknya Dev sudah melewati tahap kritis dan sekarang sudah memasuki tahap lebih baik.

    Pindah rumah pastinya merepotkan lah, tapi setelah itu, di sana akan ada banyak cerita yang menunggu untuk ditorehkan. Cerita manis, pahit, sedih, senang, tawa, tangis.. So be prepared for your new journey Dev..

    Kita sabar menanti kok.. wkwkwk lagi juga pandemi begini cuma bisa nunggu doang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah makasih yaa Mas. Makasih jugaa sudah memberikan dukunga sejak tahun lalu. Ga kerasa mungkin udah setahun juga yaa kita kenal online hhhee..

      Iyaaaa duhh antara was was dan excited nih hhha..

      Delete
  5. Mbak Devinaa, semoga selalu diberi kekuatan untuk menjalani hari ^^
    Waaah, aku nggak sabar buat baca ceritanya Mbak tentang pindahannyaa :D semoga dilancarkan selalu yaa Mbaak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin. Makasihh yaa Mba atas dukungannya 😊

      Delete
  6. semangat selalu kawan, saya doakan semoga segera diberikan momongan lagi ya? saya yakin devina kuat, dan semoga renovasi rumahnya segera rampung sehingga bisa segera ditempati.

    ReplyDelete
  7. Gpp untuk menuliskan semuanya di sini Dev. Kalo itu memang bisa membuat kamu LBH kuat, lebih bisa siap kedepannya, tulis aja :). Daripada dipendam sendiri. Aku yakin Devina kuat, tp itu semua memang butuh waktu. Ada org yg bisa menerimanya cepat, tp ada yg hrs pelan2.

    Semoga tahun depannya lagi, berisi kebahagiaan ya :D. Semangaaaat devinaaa :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terkadang ngeri memberikan emosi negatif kepada teman-teman yg membaca. Kesannya tulisan aku hanya berisi hal-hal sedih saja πŸ˜”

      Iyaa betul Mba, mungkin emang masih butuh waktu lebih di bandingkan yg lain.

      Amin, makasih yaa Mba atas doanya 😊

      Delete
  8. Mba :')

    Dirimu sudah strong sekali selama ini :' semoga hal-hal baik padamu ya mba :(

    ReplyDelete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.