Finally, I Got Vaccinated

 

Finally, I Got Vaccinated


25 Juni 2021 akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk menerima Vaksin Covid-19. Beredarnya kabar peningkatan kasus yang positif, tentu butuh untuk pencengahan. Vaksinasi menjadi salah satu cara yang saya tempuh juga untuk menjaga diri dari virus tersebut. Vaksin yang saya terima jenis Sinovac. Saya baru menerima dosis pertama dan ingin berbagi kepada teman-teman apa yang dirasakan sebelum dan sesudah vaksin. Sebetulnya beragam informasi beredar terkait efek yang timbul setelah melakukan vaksinasi. Disini saya mencoba untuk berbagi dari pengalaman pribadi. Tentunya kondisi tubuh saya berbeda dengan teman-teman semua. Jangan dijadikan sebagai penentu mutlak, namun bisa sebagai salah satu informasi tambahan saja. 

Sebelum vaksin bisa dibilang melakukan aktivitas seperti biasa. Makan juga seperti biasa, cuma memang saya mencoba untuk tidur lebih cepat. Sebelumnya juga terus minum air putih yang banyak. Saya mencoba untuk tidak terus menerus membaca seputar berita yang beredar. Selain itu, mencoba untuk tidak memikirkan perihal vaksin. Sebab, bisa menimbulkan kecemasan dadakan yang nantinya mempengaruhi kondisi pada hari H. Lakukan aktivitas seperti biasa saja dan tidak perlu untuk memikirkan hal yang macam-macam. Fokus kepada bahwa ingin sehat dan tentunya vaksin demi kebaikan diri sendiri serta berdampak untuk sekitar kita.

Saya mendapatkan vaksinasi dari jalur kantor. Tentunya alur proses registrasi sampai vaksin di tiap tempat mungkin agak berbeda. Cuma, inilah alur yang kemarin saya jalani. Hari H vaksin, datang lebih awal ke tempat yang di tentukan. Tentunya untuk menghindari antrian yang panjang. Usahakan untuk sarapan terlebih dahulu. Saya diberikan satu kertas yang perlu diisi data diri. Data diri ini seperti nama, tanggal lahir, dan alamat. Dibagian bawah data diri ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh dokter. Selanjutnya kertas di berikan ke bagian registrasi dan menunggu giliran untuk cek suhu dan tensi darah. Setelah cek suhu dan tensi darah, saya di arahkan ke bagian dokter untuk ditanyakan beberapa pertanyaan seputar kondisi diri. Pertanyaan ini seperti alergi obat maupun gejala yang saat itu sedang dirasakan. Penting bagi kita untuk jujur mengenai kondisi diri yang sedang dirasakan saat itu. Karena tentunya akan mempengaruhi vaksinasi yang akan di terima. Selesai di tanya oleh dokter, kertas tersebut di berikan lagi kepada kita dan di pegang hingga proses akhir.

Selesai bertemu dokter, lanjut tunggu antrian untuk di vaksin. Saya memilih lengan kiri sebagai tempat di vaksin. Karena ada yang bilang habis vaksin tangan bisa pegal. Jadi usahakan memilih lengan yang tidak begitu dominan untuk di gunakan. Bagaimana rasanya saat di vaksin? Sesungguhnya tidak berasa saat di suntik. Namun tidak berapa lama setelah disuntik mulai berasa perih (Sepertinya efek tusukan jarum). Lama kelamaan timbul rasa pegal. Kata perawat yang nyuntik, rasa pegal itu umum timbul di area bekas suntikan. Nantinya efek tersebut akan hilang dengan sendirinya. Sebetulnya saya mengambil foto saat sedang di vaksin, cuma karena proses begitu cepat jadi tidak ada foto yang oke. Benar-benar cepat sekali dan serasa "Ini beneran udah di vaksin?" 🤣 Setelah di suntik vaksinnya, lanjut kita ke area observasi. Di area ini saya diminta KTP asli dan kertas yang berisi data diri dan pertanyaan yang diajukan oleh dokter tadi. Sambil menunggu observasi, ada pihak yang akan membuatkan Kartu Vaksinasi Covid-19.

Selesai di berikan Kartu Vaksinasi Covid-19 dan dikembalikan KTP, maka kita sudah bisa pulang. Nantinya untuk dosis ke-2 akan diberikan sesuai jadwal yang tertera pada kartu vaksinasi. Nah.. mulailah menunggu efek pasca di vaksin. Oiya... saya dan Koko vaksin bersamaan. Sore hari habis vaksin, area bekas suntikan di lengan saya mulai sedikit biru. Entah memang saat di suntik lengan agak tegang atau memang kulit yang sensitif sehingga mudah biru 😂 Kemudian rasa pegal juga belum ilang. Jadi saya lebih sering menggerak-gerakan lengan agar tidak kaku. Selain itu saya mulai merasa lapar. Habis makan, selang satu atau dua jam sudah mulai lapar lagi. Benar-benar lapar seperti belum makan sejak tadi. Jadi perut serasa kosong, padahal sebelumnya sudah makan 🤦‍♀️ Sedangkan si Koko agak merasa ngantuk.

Keesokannya hingga hari ini, saya tetap merasa lapar hhha. Hari ini adalah empat hari setelah vaksin dan efek rasa lapar masih terasa. Biru di lengan mulai pudar dan sudah tidak pegal lagi. Selama empat hari ini saya mencoba untuk tidur cukup dan tidak begadang. Makan seperti biasa dan tetap banyak minum air putih. Sedangkan si Koko sudah tidak merasakan apa-apa lagi. Dia seperti tidak habis di vaksin. Mungkin memang daya tahan tubuhnya sudah lebih baik daripada saya. Sebab, dia sendiri adalah penyintas Covid-19. Selebihnya tidak ada efek apapun yang kami rasakan, seperti demam atau yang lainnya. Kembali lagi tiap orang punya daya tahan tubuh berbeda. 

Jika teman-teman punya kesempatan untuk melakukan vaksinasi, segera daftarkan diri kalian. Sebab, ini menjadi alternatif untuk kita menjaga diri lebih baik. Sehabis vaksin bukan berarti kita kebal terhadap virus Covid-19. Minimal sebagai bagian dari pertahanan diri. Tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan, perbanyak minum air putih, rajin berjemur, dan minum vitamin. Saat membaca berita yang beredar akan memberikan sugesti negatif untuk diri sendiri. Saya sendiri mulai selektif dalam membaca berita yang ada. Sejujurnya jika diteruskan akan membuat takut. Belum lagi orang terdekat satu per satu menggabarkan bahwa mereka positif covid. Duh... bikin makin ngeri. Tentunya rasa takut malah menimbulkan efek negatif bagi tubuh. Sebisa mungkin untuk menghilangkan rasa tersebut dan tetap fokus menjaga kesehatan tubuh ya.

Teman-teman ada yang sudah vaksin? Bagaimana kondisi pasca vaksin?

Buat teman-teman yang belom vaksin, yuk kita ikut vaksin! Sehat selalu untuk teman-teman! 😊

6 comments

  1. awal awal mau vaksin aku juga was was takut gitu mbak
    tapi ya akhirnya berjalan lancar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaa ngerasain apa sehabis vaksin? Mba dapat vaksin yang mana?

      Emang aga was-was, tapi sebetulnya ga ada apa-apa jugaa. Toh semua berjalan biasa ajaa hhhee..

      Delete
  2. Aku dapatnya AZ Dev, seneng sih Krn sesuai keinginan memang pengen vaksin yg itu. Eh sbnrnya sih pfizer, tp blm masuk Indonesia, ya udh AZ aja :D. Naah KIPI nya kan lumayan tuh kalo AZ.

    Aku ngerasain ngantuk awalnya, Ama pegel lengan. Malah sampe lebam juga lenganku, biru kayak kena tonjok :p.

    Trus besoknya meriang seharian. Sampe pake bed cover 2 lapis. Sebelumnya boro2, AC ga sampe 16 aja udh ngomel :p. Trust ditambah pusing kepala dan sedikit batuk. Kalo laper ga ngerasain sih. Tapi yg efek ngantuk itu lama yaaa.

    Beda Ama suami, yg sama2 AZ juga. Dia demam meriang 3 hari , lengan pegel, dan laper muluuu hahahaha. Tp ga batuk sih.

    Aku suntik LG 30 Agustus. Semoga aja efeknya ga lama dan ga lebih parah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Denger-denger yang abis vaksin AZ memang bisa meriang gitu. Efek lapar itu aku ngerasain makan sering tapi cepet lapar lagi. Lama-lama timbangan bisa naik efek abis vaksin 🤣

      Amin... semoga Mba Fanny dan keluarga sehat selalu yaa..

      Delete
  3. Salam kenal mbak Devina, untung sudah divaksin ya!
    Aku suka sudah vaksin. Yang ditunggu berikutnya adalah vaksin anak. Sayang baru tersedia usia 12-17 tahun ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mba Sea 😉

      Iyaa bersyukur uda bisa dapetin vaksinya hhee. Semoga mba dan keluarga sehat selalu yaaa

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.