Road Trip Solo - Semarang



Road Trip Solo Semarang



Minggu lalu saya dan keluarga berkesempatan untuk melakukan Road Trip tujuan Solo - Semarang. Ini pengalaman kali ke-2 buat saya untuk Road Trip. Saat SMP, kami sekeluarga pernah Road Trip tujuan Bali. Saat itu sempat mampir ke Jepara, Wonosobo, lanjut ke Bali. Saat arah pulang, sempat mampir dulu ke Magelang, baru lanjut Jakarta. Setelah bertahun-tahun tidak pernah melakukan Road Trip lagi, awal bulan si Koko mengajak untuk ke Solo via darat. Sejujurnya masih agak ngeri untuk berpergian keluar kota dengan menggunakan pesawat. Kenapa akhirnya memutuskan untuk Road Trip karena dirasa lebih aman, sebab menggunakan mobil sendiri dan makan pun bisa di dalam mobil. Meminimalisir kontak berada di satu alat transportasi dengan banyak orang. Kami pergi berlima, terdiri dari saya, Koko, Papa, Mama, dan Si Dede. Bagi mama dan si Dede, ke Solo dan Semarang merupakan pengalaman pertamanya. Papa, saya, dan koko sudah pernah pergi ke Solo. Tapi Semarang ini menjadi kali pertama bagi kami. Tentu acara ini bukan sekedar Road Trip belaka namun berkunjung ke tempat yang baru pertama kali akan didatangi. Pengalaman yang super mendebarkan sekaligus bikin bahagia. Perjalanan di tengah pandemi tentu bukan perkara mudah. Segala peralatan kebersihan pun kami siapkan. Meskipun was-was, tapi kami berusaha untuk tetap berpikir positif agar tidak menurunkan imun.

Bagaimana kisah perjalanan kami? 😎 Melalui tulisan ini, saya akan membagikan rute perjalanan selama empat hari tiga malam yang sudah kami lalui.

Day 1 - 22 September 2021

Berangkat dari Jakarta sekitar jam 09.30. Kami memutuskan untuk ke Solo terlebih dahulu baru Semarang. Padahal via darat, lebih cepat sampai ke Semarang dulu baru Solo. Kepikirannya ambil rute terjauh dulu saja 😁 Perjalanan Jakarta - Solo kurang lebih enam sampai tujuh jam. Cuma di tengah perjalanan, kami exit Cirebon dulu untuk makan siang. Soalnya kalau makan siang di rest area, jujur masih kurang nyaman. Lanjut terus sampai Solo dan makan sore hari, tentu bukanlah pilihan yang tepat. Bisa-bisa kelaperan dan tepar di tengah perjalanan 🀣 Jadi memutuskan untuk makan siang dulu di Cirebon. Ini pun kali pertama untuk saya, mama, dan dede datang ke Cirebon. Sedangkan untuk papa dan koko, mereka sudah pernah ke Cirebon. Memang kami bertiga (Saya, mama, dan dede) jarang jalan-jalan keluar kota. Jadi berasa kuper dan belum banyak explore hal-hal bagus di Indonesia. Karena tujuan kami hanya makan siang saja, jadi mencari resto yang dekat pintu keluar tol. Soalnya mau segera ke Solo, jadi di Cirebon memang tidak lama. Oh ya, perihal kuliner, akan saya buatkan post terpisah ya. Soalnya selama Trip ini kerjaan kami mayoritas kulineran 🀣

Sehabis makan siang, lanjut perjalanan ke Solo. Kami tiba di Solo sekitar jam 18.00. Sebab berangkat dari Cirebon sekitar jam 14.00an. Saat memasuki sekitar Semarang juga ada perbaikan jalan, jadi di tol pun agak tersendat. Bersyukur memutuskan untuk ke Solo dulu, jadinya meminimalis terkena kemacetan kalau kami exit Semarang. Perjalanan kali ini terbilang santai, karena memang Road Trip kali ini bukan untuk mengejar pergi ke objek wisata tertentu. Karena kami berlima memang mau jalan-jalan santai saja dan lebih banyak nikmatin kulineran Sampai Solo di sambut dengan hujan. Padahal selama perjalanan terbilang super duper panas. Sampai tiap mampir ke rest area, selain ke toilet tentunya beli minuman dingin. Puanaaass buangeeet di tol. Pepohonan juga jarang, jadi terbilang gersang. Tol nya cukup lancar dan untuk rest area terbilang bersih dan tidak bersih 🀣 Ada rest area yang cukup bersih, ada yang sekedarnya saja. Tulisannya di semua rest area sekarang sudah gratis. Namun ada aja petugas yang menyiapkan kotak jika kita ingin membayar.

Day 2 - 23 September 2021

Hari ke-2 di Solo diisi dengan kulineran untuk makan pagi. Selama di Solo memang kami tidak memesan breakfast dari hotel. Sebab kulineran di Solo terlampau banyak yang perlu di coba πŸ˜„ Sehabis sarapan, mampir ke Pasar Gede. Rencananya mau beli es dawet, ternyata masih tutup πŸ˜₯ Jadi kami beli jamu yang di jual di depan pasar. Sekarang yang jualan jamu menggunakan motor. Bukan mbok yang bawa bakul di gendongan gitu. Selesai beli jamu, balik ke hotel dan bersih-bersih serta bersiap untuk check out. Kami di Solo selama dua malam, namun memutuskan untuk tinggal di hotel yang berbeda. Biar bisa merasakan hotel yang beda-beda. Meskipun agak ribet karena harus packing ulang, cuma biar staycation-nya lebih berasa saja  🀣 Sehabis keluar hotel, kami mulai berburu mencari batik. Mulai dari ke Batik Ria, Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman, Batik Danar Hadi, hingga Batik Semar. Semua kamu singgahi.Untuk Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman tidak terlalu lama karena banyak toko-toko yang tutup. Tentunya kegiatan kami tetap di selingi dengan kulineran. Sepertinya lebih banyak kulinernya daripada jalan-jalannya 🀣

Habis mencari dan membeli batik, kami mampir ke The Heritage Palace. The Heritage Palace merupakan tempat untuk foto. Ada latar 3D, latar yang terbalik gitu (jadi saat di foto seolah-olah kita ada di atas), beberapa alat transportasi jaman dulu (mobil, motor, sepeda), dan area outdoor. Bagi yang suka berfoto, bisa menjadikan tempat ini sebagai salah satu objek wisata yang perlu di datangi. Biaya masuknya 55.000/orang dan bisa bebas foto sebanyak-banyaknya. Selesai dari The Heritage Palace, kami lanjut untuk check in di hotel kedua. Sehabis check in, tentunya kulineran lagi sampai malam πŸ™ˆ

Day 3 - 24 September 2021

Kali ini tidak pergi sarapan pagi, karena cenderung masih kenyang dan memilih leha-leha di hotel sembul check outCheck out sekitar jam 10an terus ke tempat beli oleh-oleh, yaitu Orion. Kayanya tempat ini wajib dikunjungi setiap ke Solo. Seperti kalau ke Bandung wajib ke Prima Rasa atau Kartika Sari. Selesai belanja oleh-oleh, lanjut makan  siang, terus berangkat ke Semarang. Kebersamaan di Solo selesai di hari itu dan berharap nantinya akan kembali lagi ke sana, amin. Solo ke Semarang terbilang cukup dekat. Sekitar 1,5 - 2 jam sudah bisa sampai Semarang. Tol ke arah Semarang juga ada perbaikan jalan, jadi mau masuk daerah Semarang jalan di tol agak tersendat. Tiba di Semarang, hal yang kami kunjungi pertama kali adalah Kelenteng Sam Poo Kong. Kelenteng ini jadi tempat wajib yang perlu di kunjungi jika ke Semarang. Biaya masuknya 8.000/orang. Namun jika ingin sembayang dan jalan-jalan ke dalam wilayah Kelentengnya, wajib membayar lagi 20.000/orang. Cuaca di Semarang cenderung panas. Jika di Solo cuaca hujan yang menyambut kami, saat di Semarang cuaca panas yang menyambut. Sehabis dari Kelenteng Sam Poo Kong, kami check in hotel dan istirahat sebentar sebelum kuliner. Kuliner di Semarang terbilang lebih sedikit daripada Solo, karena kami hanya satu malam di Semarang. Kebetulan juga untuk di Semarang, refrensi kuliner yang kami cari tidak sebanyak di Solo. 

Day 4 - 25 September 2021

Baru kali ini sepanjang nginap di hotel, saya dan keluarga nikmatin fasilitasnya. Biasanya paling cuma berenang, kali ini nikmatin fasilitas spa dan sauna. Alhasil check out pun mepet jam 12.00 🀣 Mungkin karena uda melewati perjalanan panjang dan mayoritas kerjaannya duduk, jadi butuh untuk mereganggkan badan. Biar tidak pegal-pegal banget hhha. Sehabis makan siang, kami lanjut beli oleh-oleh di Istana Brillian. Di Semarang sampai jam 16.00an dan lanjut perjalanan balik ke Jakarta. Tentunya di tengah perjalanan, menjelang makan malam kami exit lagi di Cirebon. Cirebon jadi tempat kami untuk singgah sejenak sebelum lanjut balik Jakarta. Kami tiba di Jakarta hampir tengah malam. Walaupun lelah tapi super happy karena bisa melewati Road Trip kali ini. Bersyukur kami semua pulang dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan suatu apapun.

Road Trip Solo - Semarang menjadi kali pertama bagi saya dan koko pergi berlibur sebagai suami istri. Biasanya kami liburan via jalur darat hanya ke tempat yang dekat seperti Bogor, Puncak, atau Bandung. Solo - Semarang menjadi tempat terjauh yang kami datangi dengan menggunakan mobil. Sepertinya ini bukan mejadi yang terakhir, karena koko ingin Road Trip ke Yogyakarta πŸ™ˆ Cuma masih di pertimbangkan tapi bisa saja menjadi kenyataan. Oh ya selama Road Trip kali ini kami tidak di tanya perihal hasil swab antigen. Saat di hotel hanya di tanya sertifikat vaksin. Kebetulan kami berlima sudah vaksin dengan lengkap. Di beberapa resto pun hanya check in dari Peduli Lindungi. Selebihnya hanya ukur suhu dan cuci tangan sebelum masuk area yang didatangi.

Sekian cerita Road Trip kami kali ini. Walau agak deg-degan karena ternyata banyak bertemu orang yang tidak menggunakan masker atau memakai masker di dagu, namun kami tetap berupaya untuk menjaga diri sendiri. Sering ganti masker dan cuci tangan. Sebentar-bentar semprot sana sini. Masuk hotel semprot disinfektan yang di bawa, meskipun pihak hotel bilang sudah di sterilisasi. Makan di resto pun semprot-semprot. Bahkan kami pun makan di mobil jika di rasa tempat untuk makan agak penuh. Liburan di tengah pandemi memang agak lebih repot dan bikin khawatir. Tetap minum vitamin juga untuk jaga daya tahan tubuh. Semoga pandemi cepat usai, biar bisa liburan tanpa rasa khawatir akan virus yang ada.
Devina Genesia


9 comments

  1. Whoaaaa seru banget bisa road trip! Berarti ini fresh from the oven banget yaa ceritanya hihi tapi kok cepet banget jalan-jalannya, Dev? Nggak bablas ke Malang lanjut Bali? πŸ˜†

    Sebetulnya kemarin ini aku hampir ingin balik Bogor via darat. Tapi mikirin anak-anak capek banget kalau harus road trip, akhirnya naik pesawat aja deh lebih cepet. Soalnya road trip itu kalau nggak sekalian jalan-jalan (plus kulineran!) kan nggak seru yaa πŸ˜‚

    Btw, aku nunggu banget lhooo postingan selanjutnya. Nggak sabar dibuat ngiler sama laporan kuliner kamu wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa cii fresh sekalii hhha.. Soalnya si kami ga bisa cuti lama-lama. Jadi yaa kegiatannya di padetin ajaa hhee. Pengeen ke Malang cuma kayanya bakalan tepar. Soalnya bareng orang tua juga kan, jadi next time mungkin akan ke Malang nya. Aku maauu bangeeet ke Bali, tapi sepertinya mending naik pesawat kalau ke Bali deh. Biar cepet sampai 🀣

      Huaa cii kalau dari Bali ke Bogor mending pesawat. Kalau road trip sepertinya lumayan melelahkan. Walaupun bonusnya bisa mampir kemana-mana dan kulineran. Sebetulnya pulang-pulang badanku berasa ngembang kaya donat. Saking lebih seringnya makan daripada bergeraknya πŸ˜₯

      Siaapp! Ditunggu yaaa ci. Siap-siap keracunan, siapa tau next time ada rencana ke Solo dan Semarang 🀣 Aku mampir ketempat mu dulu dan teman-teman blogger lainnya. Sudah lama tidak blogwalking niihhhh..

      Delete
  2. selama di perjalanan, dede rewel ga? ada tips kah biar si kecil ga rewel?

    trus hotel syatcation di semarang hotel apa ya mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kemarin kami berlima orang dewasa semua mba. Jadi tidak bisa memberikan tips kalau ajak anak-anak hhhee.. Untuk hotel akan aku infoin di postingan berikutnya yaa..

      Delete
  3. Aiiiiissshhhh seruuuu ih. Kamu bakal ketagihan sih road trip dev. Cobain memang sampe Jogja, itu bakal LBH betah lagi :D.

    Aku Ama suami juga banyakan road trip selama pandemic, Krn blm berani naik pesawat.

    Kalo solo memang surga nya kulineeeer. Aku kdg mikir, beruntung nikah Ama suami yg orang solo 😁. Jadi selalu ada alasan untuk balik ke sana dan puas2in kuliner. Yg paling dikangenin itu, ayam goreng mbak Mul, bakmi ketoprak yu Nani, kroketnya restoran Kusuma Sari, itu legend :D. Banyaaak lah kalo solo mah. Dan yg senengnya solo itu msh murah apapun. Lebih murah dari Jogja . Makanya kalo kulineran aku LBH suka ke solo.

    Ga sabar mau baca cerita komplit kuliner kalian. Kali ntr ada yg bisa aku cobain juga kalo kesana ;)

    ReplyDelete
  4. Baru juga nih ngerasain road trip ke Smg-Solo, tapi sedih bgt karena masih PPKM jadi beberapa tempat masih tutup :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa masih PPKM jadi belum banyak yg bukaaa. Semoga keadaan cepet membaik πŸ™

      Delete
  5. seneng baca cerita liburan solo semarang, soalnya aku masih sebatas plan aja ini. hiks entah kapan mau jalan ini
    perjalanan singkat tapi nyenengin, apalagi sama keluarga ya mba

    pasar klewer solo, terus kulineran dawet, itu list aku, ga sabaran, makanan disana udah pasti enak dan murah. kangen sama vibe nya solo.
    keliling kota rasanya adem gitu ya, sayang terakhir aku ke solo waktu SMP ahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa aku juga kemarin mau kulineran dawet di pasar gede. Ehh entah masih tutup atau ga buka. Padahal aku sampai pasar jam 7an πŸ˜”

      Beneer banget, makanan disana murah dan enaaak. Kemarin pas siang lumayan terik, masuk sore mulai adem. Bahkan pas malam hujan terus selama dua malam aku disana.

      Wahh uda lama sekali mbaa, next ke sana lagi mba 😁

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.