Europe Trip (Part 1 - Visa)

 

Europe Trip - Devina Genesia


Sebetulnya liburan ini sudah dilakukan dari bulan April lalu, tapi semangat nulisnya baru ada. Makanya baru bisa berbagi ceritanya yaaa saat ini 🤣 Bisa di bilang liburan ke Eropa ini cukup diluar dugaan bisa terjadi di tahun ini. Awal bulan Januari baru mulai bahas sama Koko libur lebaran mau kemana. Melihat cuti bersama lebaran tahun ini cukup banyak, jadi bisa dimanfaatkan untuk liburan lebih lama. Sampai akhirnya memutuskan untuk pergi ke Eropa khususnya Eropa Barat. Sebetulnya saya lebih ingin pergi ke Swiss saja. Tapi melihat harga tiket pesawat, hotel, visa, dll nya luar biasa bikin shock, akhirnya memutuskan untuk pergi ke negara lainnya saja menggunakan tour. Cuma karena saya anaknya tidak terlalu kuat dingin tapi tidak suka panas, makanya musim semi ini sudah menjadi pilihan yang tepat 😅  Memang cocoknya pergi saat musim semi dan musim gugur, karena cuaca tidak terlalu panas maupun dingin hhha.

Liburan kali ini menggunakan tour, karena kami baru pertama kali kesana dan akan pergi ke beberapa negara. Tetap cari paket yang akan mengunjungi Swiss juga. Karena emang itu tujuan utamanya. Cuma namanya paket tour, tentu ada tempat-tempat yang tidak bisa sesuai keinginan kami. Pemilihan paket tour ini cukup memakan waktu berhari-hari. Saya mau ke beberapa kota di Swiss, itu tercakup di paket tour A. Tapi ternyata ada kegiatan atau lokasi yang tidak ingin kami datangi. Alhasil pindah lagi cari alternatif paket lainnya. Si Koko mau mengunjungi Belanda, karena memang saat itu musim semi jadi bunga tulip bermekaran. Saya pun setuju untuk itu, tapi ternyata kota-kota Swiss yang dikunjungi tidak terlalu banyak. Bikin galau dan kami pun cari lagi paket yang lainnya. Sampai akhirnya memutuskan untuk memilih paket ini, karena ini yang paling cocok dan bisa memenuhi maunya kami. Emang repot ini kalau pergi pakai tour tapi keinginannya banyak 😂

Total perjalanan kami selama 13 hari 10 malam dengan mengunjungi delapan negara, termasuk salah satu negara terkecil sedunia. Kami pergi di mulai dari negara Paris dan pulang dari Milan, Italy. Huaaa supeeer sangaaatt semangaaat untuk mempersiakan perjalanan ini. Sebab ini pergi liburan terjauh kami selama menikah hhha. Karena ini pertama kalinya pergi ke Eropa, tentu pengurusan visa menjadi hal yang cukup bikin deg-degan. Dengar-dengar kalau mau bikin visa Schegen itu cukup sulit dan bisa makan waktu yang lama. Belum lagi persyaratannya yang cukup banyak. Meskipun pengurusan visa melalui tour karena memang kami ambil liburan dengan paket tour, bukan jaminan bahwa visa bisa keluar lohh. Ini sih yang saya dengar-dengar dari tour leader kemarin. Karena ia pernah mengalami ada kliennya yang tidak bisa ikutan tour di karenakan visanya baru keluar H+2 dari tanggal perjalanan. Itu sihh nyeseekknya mintaa ampun. Karena biaya tour tidak bisa dikembalikan dan itu bukan tanggung jawab pihak tour. Jujur perkara visa ini bikin deg-degan dibandingkan keberangakatan yang akan kami lakukan. Sudah dari akhir Januari kami menyiapkan dokumen, awal Februari mulai kasih ke pihak tour. Karena semua pengurusan visa berbarengan dengan peserta lain dan tiap tour sudah ada jadwalnya sendiri perihal pembuatan visa ini. 

Setelah itu kami akan mendapatkan jadwal untuk melakukan finger (sidik jari) di VFS Jakarta Visa Application Centre, Kuningan City Mall. Nah, jadwal ini baru kami dapatkan sebulan sebelum tanggal keberangkatan. Tanggal 14 Maret, kami diminta untuk datang ke VFS Jakarta sesuai dengan waktu yang di tentukan. Tidak boleh terlambat karena nanti akan mempengaruhi jadwal peserta lainnya. Itu kali pertama saya kesana dan ternyata banyak sekali orang-orang yang mengajukan pembuatan visa, baik itu melalui tour ataupun jalur pribadi. Karena Visa Schegen ini bisa mencakup beberapa negara di Eropa, visa saya sendiri di submit melalui negara Austria. Sebab, durasi tour kami ini akan lebih lama di Austria. Apakah setelah itu, visanya langsung di setujui dan keluar? Oh.. tentu tidak hhha. Sampai tinggal seminggu sebelum keberangkatan dan visa juga belum di approved. Selalu hubungi pihak tour untuk tanya kejelasan kabar visa kami dan di jawab memang belum ada jawaban dari pihak VFS Global. Kirain kami saja yang demikian, ternyata peserta tour lainnya yang pergi bersama kami juga belum mendapatkan kabar mengenai visa. Baru Tour Leader saja yang visanya di approved. Dari yang mulai deg-degan sampai nyaris pasrah. Ya.. jika memang Tuhan mengijinkan, kami tetap berangkat, jika memang tidak diijinkan yasudah terima takdir uang harus hilang karena perkara visa 😭 Belum berangkat saja sudah ada dramanyaaa..

Tanggal 14 April kami berangkat, visa kami baru keluar dan di approved pada tanggal 12 April. Huaaa leganya minta ampun. Ya Tuhan itu kalau visa baru keluar setelah tanggal keberangkatan sih bisa nangis bombay dehh. Ternyata kami diijinkan untuk berangkat dan mulailah kami packing ini itu. Bayangkan sampai sebelum visa keluar, saya rasanya tidak mood untuk menyiapkan ini dan itu. Yeaayy kami pun bisa berangkat di tanggal 14 April menuju Paris. Liburan pun dimulai... Horeee! 😎 Benar-benar masih tidak percaya bisa pergi ke Eropa. Dari dulu selalu ingin dan berharap bisa ke Swiss, ingin ke Belanda, ingin ke Paris. Cuma sebatas ingin tapi merasa kayanya belum bisa dilakukan. Nyatanya tahun ini Tuhan persiapkan semuanya dan bisa pergi ke tempat yang dulu cuma sekedar angan-angan doanx. Menangis jadinyaaa 😭😭 Thanks God!

Cerita liburan akan saya buat di beberapa tulisan terpisah. Karena banyak yang perlu di tulis dan sebisa mungkin akan bercerita tentang pengalaman di masing-masing negara. Sejujurnya liburan kemarin tidak terlalu banyak dokumentasi karena memang ingin menikmati momen yang ada. Tapi tetap akan saya share beberapa foto yang bisa diambil sambil bercerita hal-hal yang terjadi. Karena kemarin tidak melakukan persiapan apapun untuk mendokumentasikan liburan, jadi ada beberapa bagian yang mungkin tidak lengkap ceritanya. Karena memang ini sesuai dengan apa yang diingat saja. Mohon bersabar yaa bagi yang mau baca lanjutannya, karena ada banyak cerita yang perlu di tulis jadi sepertinya tulisan mengenai liburan ini tidak bisa cepat selesai 😂 Mulai dari kaget dengan cuaca disana, makanan yang ada, dompet nyaris hilang, pertama kali menyentuh salju, dll. Secepatnya akan saya tulis dan bagikan ceritanyaa 🥰

Let's Go 😎




3 comments

  1. Visa Schengen Skr ini lagi lamaaaaa banget. Jadi memang harus jauh2 hari bikin, jangan mepet. Mungkin Krn banyak yg kesana sejak selesai pandemi yaaa.

    Makanya aku blm mau dulu ke eropa teutama yg barat. Krn LBH ribet drpd pas ngurus visa US 🤣.

    Dulu trakhir ke Jerman, apply visa schngen, tp blm pake vfs Dev. JD msh ke embassy masing2. Antriannya lamaa, tapi LBH cepet jadinya 😁🤭

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya karena baru pertama kali jadi aga lama mbaa. Teman aku ke Eropa Barat juga bikin visanya belakangan dari aku, tapi dia keluar visanya duluan daripada aku. Dia memang urus sendiri dan pernah kesana juga jadi mungkin uda ada history nya kali jadi lebih cepat 🤣

      Kemarin itu semua uda di VFS sih mbaa. Emang aga rame cuma aku ga gitu ngantri bangeet. Entah karena memang dari tour atau emang kondisinya begitu hhhe..

      Delete
  2. yaampun, aku kalau jadi Cici bakalan nggak bisa tidur nungguin kabar soal visanya 😂 beneran deg-degan banget soalnya biaya tournya bisa hangus kan huuu. puji syukur visanya keluar tepat waktu banget!! memang udah jodohnya jalan-jalan ke Eropa Ciii 😍. nggak sabar menunggu cerita selanjutnya!!~

    ReplyDelete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.