Daftar Kuliner Solo (Part 1) ala Devina




Tulisan ini berisi seputar makanan yang kami makan saat Trip Solo - Semarang dua minggu lalu. Kali ini akan membahas seputar kulineran di Solo dulu ya. Bukan cuma satu tulisan, tapi akan dibikin menjadi dua. Sebab, kulineran di Solo enak-enak dan ternyata lumayan banyak makanan yang kami coba. Jadi, mari kita mulai kulineran secara virtual dulu 😉

1. Nini Thowong




Setibanya kami di Solo, langsung coba makanan di Nini Thowong. Nini Thowong ini resto yang menjual makanan khas Indonesia, selain itu banyak menu es yang ditawarkan. Walaupun saat itu baru turun hujan, kami tetap memesan tiga menu es yang ada disana. 


Es Kolak, isinya terdiri dari pisang, kolang kaling merah, nangka yang manis, dan es serut yang banyak. Ditambah kuah santan dan gula merahnya yang enak. Ternyata kolak tidak harus selalu disajikan dalam kondisi hangat. Dimakan saat dingin gini juga enak. Biasanya saya makan kolak pisang dalam kondisi hangat, kalaupun dingin karena ditaruh di lemari es. Disajikan dengan es serut yang banyak tetap bikin enak.  Selanjutnya ada Es Tetap Segar. Duhh dari namanya saja tentu menawarkan kesegaran saat memakannya. Terdiri dari daging kelapa muda, potongan cincau hitam, kolang kaling merah, dan puding coklat. Walaupun terkesan bening, ternyata saat di makan ada rasa asam jeruk. Mungkin mengunakan jeruk calamansi. Meskipun begitu ada rasa manis dari gula. Jadi asam manis segar deh. Sesuai namanya bikin yang makan tetap segar 🤣 Tidak afdol rasanya kalau tidak coba es khas dari resto ini. Namanya sendiri Es Nini Thowong yang terdiri dari cendol, kacang hijau, kolang kaling merah, potongan buah nanas, pisang, buah leci, dan puding coklat. Mantap isinya banyak dan beragam. Dikasih gula dan santan. Jadi rasanya cenderung manis gurih. Enaaakk.. Walaupun di makan saat cuaca dingin, tetap enaaak. Tidak kebayang nikmatnya kalau di makan di cuaca panas. Duhhh... 🤤

Selain menu es yang kami pesan, kami juga pesan Nasi Langgi, Soto ayam, dan Racikan Selat. Nasi Langgi dan Soto Ayam tidak sempat kefoto, keburu Papa dan Koko langsung makan 🤣  Soto ayamnya sendiri sudah di gabung dengan nasi putih. Ternyata di Solo nasinya tidak di pisah. Jika mau di pisah harus bilang ke petugasnya. 



Racikan selat terdiri dari kentang rebus, keripik kentang, setengah telur bacem, potongan sayur, dan galantin ayam. Galantin semacam kaya rolade (daging giling) gitu. Kuahnya kaya kuah bistik jadi ada rasa manis. Karena baru pertama kali coba dan ternyata enaaak apalagi galantinnyaa. Kuahnya juga enaak dan tidak terlalu cair maupun kental. Makan begitu saja ternyata lumayan bikin kenyang. Mungkin karena ada kentang rebus dan telurnya. 

2. Nasi Liwet Bu Painah
 

Kami memang tidak pesan menu untuk masing-masing. Semua kita pesan untuk saling sharing. Sebab, masih mau coba makanan lainnya yang hanya buka saat sore sampai tengah malam. Oiya sebelumnya kami mampir ke hotel untuk check in dulu sambil "menurunkan" makanan yang sebelumnya di makan. Sebab sehabis ini mau makan nasi liwet 😁 Nasi Liwet Bu Painah ini posisinya di pinggir jalan. Jadi warung tenda dan duduknya lesehan. Tersedia juga kursi kayu, cuma lebih afdol kalau duduk lesehan. Lokasinya berada dekat resto Nini Thowong (lampu merah Jl. Sutan Syahrir). Nasi Liwet ini buka mulai jam 6 sore hingga tengah malam. Nasi Liwetnya disajikan dengan daun pisang. Nasinya bukan cuma sekedar nasi putih biasa, namun sudah gurih. Disiram sayur labu yang ada rasa pedasnya. Terdapat potongan telur, suiran daging ayam, dan areh (santan kental). Tidak lupa ada banyak pilihan makanan pendamping lainnya seperti usus dan ati ampela. Beragam kerupuk juga disajikan seperti kerupuk udang, kerupuk rambak (kerupuk kulit sapi) dan kerupuk gendar. Terlihat porsinya sedikit, cuma nasinya cukup banyak dan bikin kenyang. Rasanyaaa enaaakk. Makan nasinya saja sudah enak. Menu khas Solo yang wajib di coba. Makan sambil duduk lesehan dan minum teha tawar hangat, melihat suasana malam Kota Solo, duhhh makin nikmaaat lohhh.

3. Susu Shi Jack


Tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Solo. Seperti tulisan di spanduknya, kalau menyajikan susu murni. Bukan cuma itu saja tetapi terdapat banyak makanan pendamping lainnya. Mulai dari roti bakar, nasi kucing, sate-satean (sate telur, sate usus), dan gorengan.
 


Menu yang wajib di coba adalah STMJ (Susu, Telur, Madu Jahe). Cuma karena saya merasa kurang nyaman minum telur akhirnya pesan susu coklat hangat saja. Papa pesan STMJ tersebut dan katanya enak. Saya coba satu sendok, cuma kurang suka. Sebetulnya tidak terlalu berasa telurnya, cuma tetap saja membayangkan minum telur tanpa di masak tentunya serasa aneh. Susu jahenya juga enak. Namun jahe yang diberikan itu dari bubuk, bukan air rebusan jahe ya. Susu murninya sendiri juga enak, ada rasa manis. 



Gorengan tahu juga enak dan tidak berasa asam, biasanya ada tahu yang berasa asam. Roti bakar coklat kejunya mantap bangeet. Keju dan coklat mesesnya juga banyak. Karena baru selesai makan Nasi Liwet, jadi kami tidak coba menu nasi kucingnya. Cuaca dingin dan minum susu hangat itu menyenangkan sekaliiii.. Makanya kami sampai dua kali datang untuk minum Susu Shi Jack.

Hari pertama di Solo kami mencoba semua kuliner ini. Karena sampai di Solo sudah menjelang malam, tidak banyak tempat yang kami coba. Hari ke-2 di Solo tentunya mencoba menu-menu lainnya dan lebih beragam.  Mulai dari makanan berat hingga snack. Ditunggu untuk tulisan berikutnya berisi kulineran Solo part 2 yaaa 😍


Devina Genesia


6 comments

  1. Thank youuuu rekomendasinya! Aku rencana mau road trip ke Solo next week. Lagi nyari tempat2 makan yg oke :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Kak, sama-sama yaa. Next saya akan buat yang Part 2 nyaa nihh. Ditunggu ya, mudah-mudahan sebelum kakak berangkat. Jadi bisa bertambah refrensi kulinernya hhhee..

      Delete
  2. Astagaaaaa mupeng banget sama semua kulinernya! 😭 Akutu ingin banget road trip ke Solo karena kulinernya. Terakhir ke sana udah sekitar 13-14 tahun yang lalu kayaknya, pas SMA (udah tua juga guee XD). Sejak saat itu udah jatuh cinta dengan beberapa kuliner solo, salah satunya nasi pecel hahahaha.

    Btw, kayaknya nasi liwet itu populer yaa di area Jawa bagian tengah. Soalnya pas ke Semarang aku juga makan nasi sejenis itu, cuma namanya nasi ayam, sama juga disiram kuah dan ada sayur labunya. Enak banget yaaa, gurih dan manis rasanya. Bener kata kamu, nikmatttt 🤤

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaw uda lama juga yaa ci.. Iyaa betul, aku pun tuh tahunya nasi ayam karena memang pernah coba. Kalau di Solo malah sebutannya nasi liwet. Aku malah tahunya nasi liwet itu yang biasa di rumah makan Sunda ci, yang atasnya ada taburan teri goreng gitu. Ternyata namanya saja sama cuma rasa dan isiannya beda. Iyeees nikmaaat, jadi emang kaya menu wajib kalau ke Solo musti makan nasi liwet hhhee..

      Delete
  3. catttettt Nini Thowong, baru denger aku :D
    astagahh
    secara suka kuliner es juga, bolehlah ini kapan kapan diampiri kalau ke solo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau mba suka kuliner es, berarti wajib ke Nini Thowong. Karena menu es nya ituuu lumayaan buanyaak. Sampai bingung mau pesan yang mana aja hhhe..

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.