Europe Trip (Part 6 - Salzburg & Innsbruck)

 


Setelah delapan jam perjalanan dari Jerman, sampailah kami ke Austria. Kami akan menjelajah ke tiga daerah, yaitu Salzburg, Innsbruck, dan Hallstatt. Hallstatt akan saya buat tulisan terpisah karena banyak hal yang ingin diceritakan. Bertemu penduduk lokal sungguh menyenangkan apalagi melihat bentuk wajah dan warna bola mata mereka. Semuanyaa cantiik-cantiik, di Jerman ketemu pegawai resto yang memiliki warna bola matanya biru. Di Austria ini ketemu yang memiliki warna bola matanya hijau. Mereka juga sangat tinggi, bahkan wanita disana memiliki postur tubuh tinggi. Setiap negara memiliki gaya busana yang berbeda-beda. Selalu menemukan hal-hal baru setiap perpindahan antar negara. Menariknya di setiap negara, penduduknya suka untuk duduk di cafe namun ambil meja dan kursi bagian depan. Jadi mereka duduk dan ngobrol sambil kena sinar matahari. Kalau kita di Jakarta, biasanya menghindari sinar matahari, berbeda dengan mereka yang "mencari" sinar matahari. Bisa dibilang cuaca di Austria cenderung sejuk. Ada angin tapi tidak terlalu kencang, udaranya juga tidak begitu dingin. Adanya sinar matahari membuat cuaca cenderung hangat.

Di Salzburg terkenal dengan tempat tinggal seniman Mozart. Bangunan berwarna kuning menjadi ikon kota yang wajib dikunjungi. Bahkan disekitar lokasi, banyak toko-toko yang menjual coklat dengan label serta gambar Mozart. Coklatnya sendiri berbentuk bulat dan di dalamnya ada kacang. Ada juga es krim yang bernama Mozart. Rata-rata semua yang di jual mengandung kata Mozart atau label bergambar tokoh Mozart. Tempat ini adalah kediaman masa kecil Mozart. Karena berwarna kuning, jadi bangunan ini sangat mudah di temukan.


Es Krim Mozart


Di Sekitar patung Mozart ini ada kursi taman untuk duduk santai dan di kelilingi oleh toko-toko. Seperti negara-negara sebelumnya, toko disini pun tutup sekitar jam 5 atau 6 sore. Kondisi masih terang, matahari masih terlihat, tapi toko-toko sudah tutup dan kita hanya bisa duduk menikmati pemandangan yang ada. Mulai memasuki negara Austria, bangunan yang ada juga terlihat berbeda. Bentuk bangunan yang sederhana dengan banyak jendela, tanpa ada ukiran apapun. Di Austria bentuk bangunan tidak terlalu tinggi dengan warna cat yang beragam.

Ada hal tidak mengenakan yang terjadi di Austria. Sepertinya saya memang dalam kondisi tidak fokus dan ini benar-benar dompet nyaris hilang. Beruntung bertemu penduduk lokal yang membantu. Jadi, toilet umum di Austria ini berbayar. Setiap akan masuk bilik toilet, perlu memasukkan uang 1 euro ke lubang di dekat pintu, lalu pintu terbuka. Ketika kita sudah selesai menggunakan toilet dan pintu tertutup langsung otomatis kekunci. Baru bisa di buka ketika kita memasukan uang  lagi. Saya sama koko mau ke toilet, tapi waktu itu saya duluan. Koko nunggu di luar. Padahal awalnya mau dia duluan dan saya yang nunggu. Toilet wanita dan pria di pisah, karena kami ada barang belanja jadi mau saling gantian untuk jaga barang-barang.

Saya yang pertama ke toilet, memasukkan uang dan pintu terbuka. Dompet saya taruh di atas tempat tissue. Biasanya saya langsung masukkan ke tas, tapi kali itu saya buru-buru dan hanya taruh diatas tempat tisu. Tidak saya ingat dan sadari. Selesai menggunakan toilet, saya ambil tas dan keluar pintu. Sehabis cuci tangan dan keluar, lalu si Koko minta uang 1 euro karena ternyata dia tidak punya. Kemudian saya cek dompet di tas dan ternyata tidak ada. Langsung panik dan merasa tadi masih ada. Lalu masuk ke toilet dan sadar dompet ketinggalan di dalam bilik tempat saya gunakan sebelumnya. Semakin panik karena tidak bisa membuka pintu. Bingung bagaimana cara ambil dompet tersebut. Berusaha menelpon teman sesama tour untuk pinjam uang tapi tidak diangkat. Posisinya saat itu kami memang lagi berpencar dan pergi masing-masing sampai batas waktu tertentu. Saat itu melihat ada penduduk lokal yang baru keluar dari cafe, kemudian kami berbicara dalam kondisi terbata-bata untuk meminjam uang 1 euro. Ternyata dia tidak bisa berbahasa Inggris, langsung semakin bingung bagaimana cara komunikasinya. Untungnya temannya mengerti sedikit bahasa Inggris dan paham maksud kami. Akhirnya kami diberikan uang 1 euro, segera saya masuk ke toilet dan ambil dompet.

Keluar dari toilet, ibu tersebut sudah berjalan dan kami pun mengejarnya. Bermaksud untuk mengembalikan uang yang telah diberikan. Sambil tersenyum dan gelengan kepala dia tidak menerima uang yang kami kembalikan. Temannya pun mengatakan "it's okay" sambil tersenyum. Saat itu saya dan Koko mengucapkan kata "thank you" berkali-kali. Betapa beruntungnya kami menemukan orang baik saat itu. Tidak terbayang kalau tidak ketemu ibu itu, entah bagaimana mengambil dompet tersebut. Tidak terbayang kalau ternyata saat itu si Koko yang duluan ke toilet, mungkin saya tidak akan sadar kalau dompet ketinggalan di toilet. 

Saat berjalan ke meeting point, saya sama Koko masih gemetaran sekaligus mencerna apa yang baru saja terjadi. Bersyukur dengan semua proses yang ada sekaligus merasa terlalu ceroboh. Padahal biasanya saya tidak seceroboh itu, entah mengapa kala itu sama sekali tidak ingat maupun sadar. Berkali-kali mengucapkan terima kasih juga kepada Tuhan karena masih dikasih kesempatan untuk menerima kembali dompet itu. Duhhh tidak kebayang kalau sampai hilang. Jika sebelumnya di Jerman hampir di copet, di Austria malah ketinggalan dompet.

Selepas bisa lebih tenang, kami pun melanjutkan perjalanan tanpa terlihat ada apa-apa. Teman yang kami hubungi menanyakan kenapa tadi kami telfon karena dia tidak sadar dengan panggilan yang masuk, kami pun hanya menjawab ingin menanyakan posisinya saat itu. Padahal di awal kami ingin pinjam uang untuk ambil dompet. Tapi kejadian itu tidak kami ceritakan ke siapa-siapa hingga pulang. Perjalanan di lanjutkan ke Innsbruck. Disini terkenal dengan Golden Roof, sebuah bangunan yang memiliki atap terbuat dari ubin tembaga berlapis api untuk memiliki efek warna emas. Kami juga mengunjungi gereja Innsbruck Cathedral, mengunjungi City Hall dan sekitarnya.

Kami juga coba dessert khas Austria, yaitu Apple Strudel (semacam pie Apple) dan Sachertorte (kue coklat). Ini rasanyaa maniiisss bangeet. Apple Strudelnya jugaa manis walaupun ada rasa cinnamon. Sachertorte ini untungnya kami beli ukuran yang kecil, karena rasanyaa supeeer maniis. Berasa makan gula. Saya bisa makan kue coklat tapi memang bukan yang favorit. Lebih menyukai keju ketimbang coklat. Karena ini makanan khas sini jadi tidak ada salahnya kami coba. Mungkin yang penyuka coklat akan suka dengan kue ini. Oiya disini saya beberapa kali jadi minum soda. Karena sulit menemukan still water dan memang harganya cukup mahal juga. Setelah sekian lama tidak minum soda, ketika minum kembali ada rasa menyenangkan. Walaupun sehabis itu tidak ingin sering-sering minum. Tetap lah air putih biasa itu yang enak.

Berikutnya saya akan cerita pengalaman di Hallstatt. Salah satu kota cantik di Austria dan masuk situs warisan dunia versi UNESCO. Disini juga ada bangunan yang menjadi inspirasi kerajaan di film Frozen. Selengkapnya ada di tulisan setelah ini yaa 😉



4 comments

  1. dompet ini ibarat harta benda yang berharga banget nget, apalagi kalau semua kartu dan uang ditaruh dalam satu dompet.
    aku pasti lemes juga kalau telat menyadari dompet tertinggal di toilet atau tempat umum
    biasanya aku membawa dua dompet, dompet yang sering dikeluarkan diisi beberapa uang aja. Dan sisanya masuk ke dompet tersembunyi yang jarang dikeluarkan buat jaga-jaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mba. Ini tuh dompet yg ketinggalan adalah dompet kecil yg isinya beberapa uang euro. Kalo dompet yg lebih besar dan isinya lebih banyak aku simpan di tas bagian dalam. Jadi aman jarang aku keluar2in jugaa.

      Emang kehilangan barang itu uda paling bikin lemes mba.

      Delete
  2. Memang masih rezeki Dev 😄👍. Tapi memang harus fokus bgt ya kalo jalan2. Aku juga lebih suka simpen uang di money belt sih, yg biasa di pasang di balik baju. Yg di tas cuma uang secukupnya utk 1 hari itu.

    Strudel applenya pengeeen ❤️❤️. Tapi manis bgt juga ga sih? Dr dulu aku sukaa strudel apple..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa mbaa bersyukuuurr masih bisa aku ambil balik. Itu dompet kecil yg emang diisi euro secukupnya. Tapi kalo ilang kan tetap nyesek yaa..

      Strudel applenya manisnya masih wajar mba, karena ada apelnya yg ga gitu manis. Yg kue coklatnya sihh ampun manisnyaaa. Kalo kesana mending makan strudel apple nya ajaa mbaaa..

      Delete

Halo, salam kenal!

Terimakasih ya atas kesediaannya untuk membaca tulisan ini. Boleh ditinggalkan komennya agar kita bisa berkomunikasi satu sama lain :)

Sampai berjumpa di tulisan-tulisan berikutnya.